Peristiwa

11 Orang Jadi Korban Kecelakaan Km 24 Jalan Poros Balikpapan-Samarinda, Sopir Truk Ditetapkan Tersangka

KOTAKU, BALIKPAPAN-Sebanyak 11 orang menjadi korban kecelakaan lalu lantas di Km 24, Jalan Soekarno-Hatta poros Balikpapan-Samarinda, Selasa (20/9/2022). Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim, Kombes Pol Sonny Irawan mengatakan kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 23.00 Wita dan melibatkan satu unit truk Self Loader dan dua unit mobil penumpang yakni Toyota Etios dan Daihatsu Gran Max.

Dari 11 korban itu, lima di antaranya meninggal dunia sedangkan lainnya mengalami luka-luka. Adapun korban meninggal yakni Munawaroh, Murtiningsih, Nur Natani, Kanza Azakia, yang merupakan penumpang Toyota Etios Valo dan Andry, pengemudi Daihatsu Gran Max.

“Selain korban meninggal, satu orang mengalami luka berat, yakni Rokhman, salah satu penumpang Etios Valco. Lima orang lainnya mengalami luka ringan, Nur Hadi, Rico Cahyono, Maulana, Hana dan Najia,” jelasnya dalam keterangan persnya, Rabu (21/9/2022).

Terpisah, Kasatlantas Polresta Balikpapan Kompol Ropiyani saat dijumpai wartawan di ruang kerjanya menjelaskan peristiwa kecelakaan itu bermula saat kedua mobil menepi di bahu jalan untuk melakukan negosiasi lantaran sebelumnya kedua mobil penumpang ini juga terlibat kecelakaan.

“Itu jaraknya sekitar 15-20 meter, jarak kedua mobilnya,” jelasnya.

Di tengah negosiasi itu, peristiwa nahas pun terjadi. Truk tronton bermuatan alat berat yang dikendarai oleh pria berinisial A melaju dari arah Balikpapan menuju Samarinda menabrak kedua mobil tersebut beserta para penumpangnya. Dari keterangan sopir tronton, sebelum peristiwa itu tronton yang dia kendarai berpapasan dengan tronton lain yang juga membawa alat berat dari arah berlawanan.

“Jadi dia (sopir tronton, Red) menghindari itu, (tronton dari arah berlawanan, Red) kemudian membanting setir ke kiri, dia enggak lihat kalau di samping (kiri, Red) ada penumpang dan mobil lain,” paparnya. Kecelakaan pun tak dapat terhindarkan.

Saat ini, polisi melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk di Polresta Balikpapan. Adapun statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Dia (sopir, Red) dikenakan Pasal 310 karena kelalaiannya menyebabkan kerugian material luka ringan, berat, hingga meninggal (dunia) dengan ancaman hukuman lima tahun,” tambahnya.

Sementara itu untuk para korban yang meninggal dunia sudah dibawa ke kediamanya yakni empat orang di Loa Janan dan satu orang yaitu sopir Grandmax dipulangkan ke Makassar.

“Dan untuk unit kendaraan diamankan di pos PJR Km 23,” tutupnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top