Ekbis

60 Peserta Menyelami Ilmu Duta Rupiah

Rangkaian SPR 2019 Bank Indonesia

Para peserta Sekolah Peduli Rupiah saat mengikuti pelatihan sebagai Duta Rupiah, Sabtu (14/9/2019) (foto:ist)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Sebanyak 60 peserta Sekolah Peduli Rupiah antusias mengikuti pelatihan Duta Rupiah yang digelar Grand Tjokro Hotel Balikpapan, Sabtu (14/9/2019). Dalam pelatihan, peserta dibekali pengetahuan tentang kebanksentralan dan cinta rupiah yang disampaikan Manajer Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan Nyi Mas Mirnayanti J.

“Kegiatan ini bertujuan agar peserta mengenal tentang peran dan fungsi Bank Indonesia,” kata Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Balikpapan Thomy Andryas usai membuka acara.

SPR merupakan program yang didirikan KPw BI Balikpapan 11 September 2019 lalu berbasis edukasi dan literasi tentang uang rupiah yang terdiri atas pengenalan Cikur, dasar hukum mata uang, serta kebanksentralan. Ada 480 pelajar perwakilan dari 30 sekolah menengah atas atau sederajat se-Kota Balikpapan yang mengikuti SPR. Program yang bergulir hingga November mendatang terdiri dari berbagai kegiatan. Mulai lomba duta rupiah untuk selanjutnya mengkampanyekan cinta rupiah kepada masyarakat, lomba cerdas cermat, lomba mading rupiah 3D dan lomba dance rupiah.

Selama pelatihan peserta juga mendapat tambahan ilmu tentang uang rupiah oleh Tim Kasir KPw BI Balikpapan. Meliputi ciri-ciri keaslian uang rupiah (cikur), dasar hukum penerbitan uang, hingga proses pengelolaan uang rupiah oleh Bank Indonesia.

“Peserta menunjukkan antusiasnya untuk mengenal berbagai security feature yang ada di uang Rupiah serta mempraktikan 3D terdiri dilihat, diraba, diterawang,” gebu Thomy, sapaan akrabnya.

Pengetahuan lain seperti soft skill public speaking juga diberikan. Pegiat master of ceremony di Kota Balikpapan Echy Gazella tampil sebagai pembicara. Menurutnya, kemampuan Public Speaking penting bagi peserta duta rupiah yang memiliki peran sebagai duta komunikasi Bank Indonesia untuk mengedukasi dan mengkampanyekan cinta rupiah dan sosialisasi cikur kepada masyarakat.

“Bank Indonesia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan literasi para peserta sehingga semakin mengenal Bank Sentral Republik Indonesia dan uang Rupiah,” urai Thomy kemudian.

Usai pelatihan para peserta Duta Rupiah sekaligus pelajar pejuang rupiah, mulai mengkampanyekan cinta rupiah dengan slogan 5 Jangan melalui program yang kreatif dan inovatif baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Dengan harapan kepedulian masyarakat terhadap rupiah semakin meningkatkan dan memperlakukan rupiah dengan laik dan berdaulat. (run)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top