Kaltim

Lima Pengebom Ikan di Berau Diamankan Polda Kaltim

DIAMANKAN: Para pelaku dan barang bukti saat diamankan personel Ditpolairud Polda Kaltim. (kotaku.co.id/ist)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Personel kepolisian dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil mengungkap jaringan pengeboman ikan yang kerap beraksi di kawasan perairan Kabupaten Berau, Kaltim.

Dalam pengungkapan itu, petugas berhasil mengamankan lima orang dalam satu kapal beserta dengan barang bukti sebanyak 22 botol bom ikan yang siap diledakkan di lautan. Namun petugas hanya bisa menjerat dan menetapkan satu tersangka, sebagai pimpinan mereka, yakni La Ode (45). Sementara empat anggotanya, hanya sebagai saksi dan wajib lapor.

“Satu orang yang dijadikan tersangka atas kepemilikan 22 botol bom ikan yang diamankan di perairan Kabupaten Berau pada hari tanggal 23 September 2019 yang lalu. Untuk ke-empat anak buah kapal, dikenakan wajib lapor,” ujar Dir Polairud Polda Kaltim Kombes Pol Omad kepada wartawan, Selasa (24/9/2019) pagi.

Ditambahkannya lagi, penangkapan ini dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat pesisir di Kabupaten Berau bahwa aktivitas mereka sudah sangat meresahkan warga, khusunya para nelayan. Oleh karena itu, pihak mereka pun langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

“Pelaku selama ini meresahkan masyarakat, khususnya kepada Ibu Susi (menteri kelautan) ini sebagai jawaban bahwa memang masih ada ditemukan para pelaku perusak biota laut,” tambahnya.

Sementara berdasarkan pengakuan pelaku, warga asal Sulawesi itu, memilih kawasan perairan Berau menjadi lokasi pemboman ikan lantaran air yang yang jernih dan mudah untuk melihat ikan. Untuk bahan baku peledak sendiri, mereka mendapatkannya dari Malaysia yang masuk melalui jalur laut dari Nunukan ke Tarakan, Kalimantan Utara, hingga tiba di Berau.

“Kami akan tetap melakukan pemantauan, dan akan melakukan tindakan tegas kepada para pemilik bom ikan. Selain membahayakan keselamatan diri sendiri, bahan ini juga membahayakan keselamatan orang lain jika disalahgunakan,” pungkas Omad.

Atas perbuatanya, pelaku pun bakal dijerat dengan Pasal Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan dan UU Darurat RI No. 12 tahun 1951 tentang Senjata dan Bahan Peledak. Dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (CCD)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top