Ekbis

Pertamina Resmikan Enam SPBU BBM Satu Harga

BPH Migas Pastikan Tidak Bebani Kuota

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman menandatangani prasasti dalam rangka peresmian BBM satu harga (foto:run-kotaku.co.id)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Jangkauan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga di Kalimantan meluas. Terbaru, menyentuh penduduk di enam kecamatan yang tergolong sebagai daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T). Hal itu ditandai dengan peresmian enam lembaga penyalur BBM satu harga yakni SPBU Kompak oleh Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Balikpapan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan, Rabu (25/9/2019).

“Pesan kami, agar pemerintah daerah dapat mengatur penyaluran. Tidak ada kendala terutama aspek keselamatan dan tidak disalahgunakan,” kata Fatar Yani Abdurrahman usai peresmian.

BBM satu harga merupakan kebijakan menyeragamkan harga jual resmi BBM sebesar Rp 6.450 per liter untuk premium dan Rp 5.150 per liter untuk solar di beberapa daerah pelosok Indonesia. Keenam lembaga penyalur tersebut masing-masing di Kecamatan Seponti Kabupaten Kayong Utara dan Kecamatan Manis Mata Kabupaten Ketapang di Kalbar, kemudian SPBU Kompak Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan Kaltara juga SPBU Kompak Katingan Tengah Kabupaten Katingan, Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan di Kalteng.

Disebutkan, secara nasional penetrasi BBM satu harga sejak dicanangkan tahun 2017 hingga 2018 mencapai 131 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Targetnya sampai dengan akhir tahun 2019 sebanyak 170 SPBU.

“Khusus tahun 2019, akan dibangun 39 penyalur dengan rincian 38 penyalur oleh PT Pertamina (Persero) dan satu penyalur oleh PT AKR,” ujarnya merinci.

Dalam kesempatan yang sama, Region Manager Communication and CSR Pertamina area Kalimantan Heppy Wulansari mengatakan beroperasinya SPBU BBM satu harga di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kaltara maka total ada 157 SPBU BBM satu harga yang berhasil diwujudkan Pertamina dari target 160 SPBU hingga akhir tahun 2019. Sisanya yakni sebanyak 3 SPBU, dalam tahap pembangunan tersebar di Kalteng, Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

Khusus di Kalimantan, total ada 34 SPBU BBM satu harga yang berhasil direalisasikan dari 35 SPBU yang ditargetkan sejak program dicanangkan hingga tahun 2019. “Tinggal satu SPBU lagi. Dalam waktu dekat akan beroperasi yakni di Delang, Kabupaten Lamandau, Kalteng,” jelasnya.

Adapun SPBU penyalur BBM satu harga di Kalimantan meliputi 6 SPBU di Kaltim, 8 SPBU di Kaltara, 10 SPBU di Kalteng dan 9 di Kalbar.

“Merealiasikan penugasan ini membutuhkan perjuangan yang tidak mudah mengingat kondisi geografis yang menantang, Selain itu, perjuangan Pertamina melakukan survei transportasi BBM setelah titik ditetapkan, menggandeng investor lokal untuk bersedia menjadi mitra, pembangunan infrastruktur, hingga lembaga penyalur berupa SPBU siap beroperasi juga menjadi tantangan tersendiri,” imbuh Heppy karib ia disapa.

Pertamina pun mengimbau partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi pelayanan dan distribusi BBM, sehingga pelayanan yang diberikan lebih optimal. Sementara kepada lembaga penyalur diimbau untuk menjaga citra Pertamina dan pemerintah juga turut mensosialisasikan BBM non penugasan seperti perta series.

Sementara itu, Kasi Pengawasan Pendistribusian BBM BPH Migas Irfana Hardiati menegaskan, adanya BBM satu harga tidak membebani kuota subsidi. Itu karena sebut dia, SPBU BBM satu harga letaknya di daerah terpencil dengan populasi penduduk lebih sedikit sehingga tingkat permintaan juga tidak banyak. “Jadi secara beban tidak terlalu besar terhadap mempengaruhi volume kuota,” jelasnya.

Pun saat ditanya SPBU BBM satu harga berpotensi menggerus kuota daerah yang lebih dulu menikmati, ia menepisnya. “Sejauh ini tidak. BPH Migas mengatur pembagian (kuota BBM penugasan) sampai ke kabupaten sedangkan mengatur ke lembaga penyalur oleh Pertamina ditiap regional,” urainya kembali.

Justru lanjut dia menerangkan, hingga saat ini konsumsi program BBM satu harga kurang dari 10 persen dari total konsumsi. Utamanya BBM jenis solar.

Masih dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seruyan Tengah Hariyono mengatakan, program BBM satu harga dipastikan memberi kesejahteraan kepada masyarakat.

“Premium maupun solar yang selama ini harganya Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per liter sekarang sudah sama dengan di daerah lain,” serunya.

Ia pun menegaskan, pemerintah daerah akan merumuskan pola pendistribusian agar seluruh masyarakat dapat menikmati program tersebut. (run)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top