Ekbis

Sensus Penduduk 2020 Berbasis Online

BPS Balikpapan Targetkan Penggunaan 50 Persen

Achmad Zaini

KOTAKU, BALIKPAPAN-Era serba digital dan dukungan infrastruktur, mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) bertransformasi. Itu ditandai dengan pelaksanaan sensus penduduk berbasis online tahun 2020 mendatang.

“Ini menjadikan sensus penduduk tahun 2020 berbeda dengan sensus yang dilaksanan sejak tahun 1960 hingga tahun 2010,” kata Kepala BPS Kota Balikpapan Achmad Zaini dijumpai di ruang kerjanya usai menggelar peringatan Hari Statistik Nasional, Kamis (26/9/2019).

Disebut berbasis online karena metode pengisian data penduduk menggunakan aplikasi. Saat ini, aplikasi telah diujicoba di sejumlah kota besar. “Di Balikpapan, sensus penduduk menggunakan aplikasi ditarget 25 persen tapi kami optimis mencapai 50 persen,” serunya kemudian. Sebab ia meyakini, seluruh wilayah Kota Balikpapan telah didukung jaringan internet yang mumpuni dan tingkat pengguna smartphone yang cukup luas. Itu tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2018 yang mencapai 79,81 dari 79,01 tahun 2017. Pertumbuhan tahun 2018 merupakan yang tercepat di Kaltim meskipun berdasarkan rangking, tingkat IPM Balikpapan urutan ketiga setelah Bontang dan Samarinda.

IPM dirancang untuk mengukur kualitas hidup manusia dengan mengacu aspek kesehatan, pendidikan dan pengeluaran per kapita per tahun. IPM juga merupakan indikator keberhasilan program pembangunan yang telah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. “Semakin meningkat IPM nya maka semakin bagus, artinya program pemerintah berhasil,” serunya.

Agar penetrasi penggunaan aplikasi sensus penduduk tahun 2020 melesat, BPS Kota Balikpapan akan melakukan sosialisasi ke berbagai unsur.

Lanjut dia menerangkan, metode online bukan kali pertama ditempuh. “Survei penilaian integritas yang dilaksanakan di tingkat OPD (Organisasi Perangkat Daerah, Red), kami sudah menggunakan sistem online. Saat survei, kami memberi pertanyaan kemudian jawaban diisi langsung di form yang tersedia dalam aplikasi selanjutnya dikirim ke server,” ungkapnya bersemangat.

Namun untuk mengakomodir masyarakat yang tidak menggunakan smartphone, metode sensus penduduk tahun 2020 juga akan dikombinasikan dengan manual.

“Jadi petugas akan tetap mendatangi warga ke rumah-rumah,” pungkasnya. (run)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top