Ekbis

Sayuran Hijau Tahan Laju Deflasi September

kenaikan harga sayuran hijau menghambat laju deflasi periode September (foto:run-kotaku.co.id)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Tren deflasi Kota Balikpapan sejak Juli lalu berlanjut hingga September yakni sebesar 0,03 persen.

“Kelompok bahan makanan memberikan andil terbesar terjadinya deflasi September diikuti kelompok kesehatan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan Achmad Zaini kepada kotaku.co.id, Selasa (1/10/2019).

Secara akurasi dia menyebut, penurunan harga daging ayam ras, diikuti harga ikan layang atau benggol dan ikan tongkol merupakan komoditas yang memberi pengaruh besar terhadap deflasi.

Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan Bimo Epyanto menerangkan, pasokan bahan makanan yang terjaga di tengah rendahnya tingkat permintaan yang mendorong terjadinya penurunan harga beberapa komoditas bahan makanan tersebut. “Namun deflasi September tertahan oleh naiknya harga sayuran seperti sawi hijau, kangkung dan bayam seiring melambatnya produksi pada musim kemarau 2019,” jelasnya.

Lanjut dia menerangkan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga juga menjadi penghambat laju deflasi didorong oleh naiknya biaya pendidikan untuk perguruan tinggi yang meningkat secara tahunan. Di saat yang sama, kenaikan biaya kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan. Kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau turut memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,04 persen. Tidak terkecuali kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar juga mengalami kenaikan sebagai dampak penyesuaian biaya sewa rumah yang dilakukan setiap tahun. (run)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top