Hukum

Terjerat Kasus Prostitusi Online, Edo Divonis 4 Tahun Penjara

VONIS: Terdakwa DN alias Edo (45) akhirnya menjalani sidangan vonis di PN Balikpapan. (kotaku.co.id/ccd)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Bergulir sejak April 2019 yang lalu, terdakwa DN alias Edo (45) warga Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, yang terjerat kasus prostitusi online akhirnya menjalani sidang putusan di PN Balikpapan.

Setelah sidang dibuka, ketua majelis hakim Bambang Setyo didampingi hakim anggota Pujiono dan I Ketut Mardika langsung membacakan putusan. Dan mengatakan mereka meyakini terdakwa bersalah dan melanggar Pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Atas keyakinan itu, majelis hakim pun menjatuhi hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun, dikurangi masa penahanan yang telah dijalani selama proses hukum berlangsung.

JPU Denny Situmorang saat ditemui, mengaku masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim. Artinya belum menentukan sikap apa menerima atau malah justru akan mengajukan banding. Sementara penasehat hukum terdakwa, Mangara Gultom saat dikonfirmasi, menyatakan bahwa pihak mereka tidak menerima putusan hakim dan akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda.

“Kami banding atas putusan majelis hakim. Soalnya kami meyakini klien kami diberlakukan tidak adil saat menjalani proses hukum,” ujar Gultom, Selasa (29/10/2019) sore.

Mengingatkan kembali, terdakwa Edo pada tanggal 27 April 2019 lalu, diamankan oleh pihak kepolisian. Warga yang tinggal di Jalan Masjid Ar Raudah, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan itu diringkus di kawasan e-Walk, sekira pukul 02.00 Wita dan diduga saat hendak menawarkan jasa esek-esek wanita muda. (CCD)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top