Corak

Menengok Inovasi Peserta Pitching Competition

Telkom Born In Fest 11-12 November di Balikpapan

Exhibition inovasi layanan para peserta Pitching Competition di ajang Telkom Born In Fest (foto:kotaku.co.id/run)

KOTAKU, BALIKPAPAN-PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Reginal IV Kalimantan menginisiasi lahirnya kreator muda dengan menggelar Borneo Innovation Festival 11-12 November di kantor regional, Jalan MT Haryono Balikpapan. Tak sekadar menumbuhkan semangat membangun inovasi, ajang tersebut menjadi wadah mengukir pretasi. Salah satunya Pitching Competition yakni adu inovasi memperebutkan hadiah bergengsi yang digelar Senin (11/11/2019). Ajang tersebut sontak menyita perhatian kalangan milenial. Tercatat ada sembilan tim yang merupakan founder inovasi layanan yang mengikuti kompetisi. Berikut ulasannya.

MEDIA SOSIAL BUDAYA.IND

Founder Budaya Ind

Berangkat dari kekhawatiran mendominasinya budaya asing di kalangan milenial melatar belakangi mahasiswa dan mahasiswi Institute Teknologi Kalimantan (ITK) Augustine Archi Mariatama, Fhadillah Abdi dan Febiyanti Arifatul Jannah menciptakan media sosial yang dirancang khusus mengangkat budaya Indonesia. Namanya Budaya.Ind yakni platform yang berguna untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang kebudayaan Indonesia sekaligus mengapreasi. “Saat ini banyak media sosial tapi tidak ada yang secara khusus mengangkat budaya lokal. Kalau pun ada yang mengulas budaya lokal hanya hashtag dan itu akan dengan mudah tergeser oleh hal lain. Medsos Budaya. Ind, penggunanya dapat meng-upload apapun yang berkaitan dengan budaya Indonesia, di luar itu tidak akan bisa,” kata Augustine diamini kedua rekannya saat dijumpai jelang kompetisi, Senin (11/11/2019). Kecintaannya terhadap budaya tanah air turut melatarbelakangi lahirnya medsos Budaya Ind. “Kebetulan saya suka (musik) angklung,” imbuh Fhadillah Abdi.

Tak sekadar menyiar dan menyebarluaskan khasanah budaya tanah air, medsos tersebut juga dilengkapi proteksi perlindungan untuk setiap hak cipta. “Jadi setiap kegiatan budaya Indonesia yang diupload tidak bisa ditangkap melalui foto layar,” gebu ketiganya.

Ketiganya pun berharap, Budaya.Ind menjadi wadah melestarikan budaya dan dapat memacu masyarakat untuk semakin giat memperkenalkan budaya tanah air. Karenanya, medsos besutannya yang masih dalam tahap prototipe kelak akan dipacu menjadi sebuah platform.

Pages: 1 2 3 4

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top