Parlementaria

Sidak di Tiga Lokasi, Komisi III DPRD Balikpapan Dibikin Gemas

Ada Gedung Serbaguna Empat Tahun Tak Digunakan hingga Warga Terdampak Banjir Lumpur

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri (kanan) beserta anggota DPRD Nurhadi dan Taufik Qulrahman saat sidak di wilayah Balikpapan Timur (foto:kotaku.co.id/qis)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Setelah mendengar dan menelaah aspirasi masyarakat, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan dipimpin Ketua Alwi Al Qadri beserta anggota DPRD lainnya antara lain Taufik Qulrahman, Fadillah, Nelly Turuallo, Amin Hidayat juga Nurhadi, merasa perlu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah lokasi, Selasa (26/11/2019). Guna melihat secara langsung fakta di lapangan. Diawali dengan menyambangi Gedung Serbaguna di Kelurahan Manggar Baru.

Berdasarkan aduan masyarakat, gedung yang berdiri kokoh berbanding terbalik dengan nama yang disandangkan. Yakni Gedung Serbaguna akan tetapi hingga kini tak sekalipun digunakan. Akibatnya mubazir. Dan benar saja, saat rombongan tiba di lokasi, tidak ada aktivitas yang dilakukan di Gedung Serbaguna tersebut.

Berdasarkan informasi dan pengamatan, gedung yang menelan anggaran pembangunan sebesar Rp 12 miliar tersebut mempunyai daya tampung yang besar, lengkap dengan sarana olahraga yakni lapangan badminton dan area parkir yang luas.

“Sangat disayangkan, harusnya gedung ini bisa difungsikan untuk acara warga, kegiatan masyarakat dan untuk hiburan. Dari situ bisa menambah pemasukan PAD (Pendapatan Asli Daerah, Red),” ucap Amin Hidayat dengan nada kecewa. Setali tiga uang, Nelly Turuallo juga turut menyayangkan. “Bangunan semewah dan sebesar ini bahkan tribun atasnya bisa menampung ratusan orang ternyata tidak digunakan sekian tahun,” mirisnya.

Menurut informasi warga pembangunan gedung rampung dikerjakan sejak tahun 2015 lalu. Itu artinya selama hampir empat tahun ini tidak ada kejelasan serahterima dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan kecamatan serta peruntukan dan fungsinya pun belum jelas. Setelah mengamati sisi luar dan dalam gedung rombongan pun bergeser ke Kelurahan Manggar. Tepatnya di Perumahan Taman Intan Griya atau Kompleks Panji guna mengecek drainase dari pembangunan jalan Tol Balikpapan – Samarinda.

Tidak kalah mencengangkan lagi. Di lokasi tersebut anggota DPRD Kota Balikpapan mendapati pembangunan drainase yang tak kunjung selesai sehingga berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

Seperti penuturan warga setempat. Apalagi saat musim hujan, kawasan dan rumah warga terendam banjir lumpur. Tak tanggung tanggung sebanyak 600 KK dari RT 62, RT 63, RT 34 dan RT 71 yang terkena imbas dari musibah tersebut. Bahkan ada delapan rumah warga yang mengalami retak akibat pergeseran tanah yang disebabkan dorongan dari lumpur yang dibawa air ke rumah warga. Salah seorang warga RT 63 menjelaskan, pernah terpeleset karena jalan yang licin dan menyebabkan tangannya patah. Musibah yang dialaminya dibenarkan warga lainnya.

Terkait itu, rombongan sidak meminta penjelasan Dinas PU. Kordinator Lapangan Seksi V Dinas PU Dahlan yang berkesempatan memberi penjelasan, mengatakan hal itu karena pembebasan lahan di wilayah tersebu belum dapat nilai apresial dari Badan Pertanahan Negara (BPN). Mendengar itu, Taufik Qulrahman langsung mematahkan pendapat tersebut dan meminta klarifikasi langsung kepada BPN terkait approval lahan di kawasan Komplek Panji.

Taufik menegaskan bahwa satu pekan terhitung sejak sidak, masalah pembebasan lahan dan ganti rugi lainnya. Harus selesai.

Dalam kesempatan yang sama Alwi menerangkan kegiatan yang menyangkut pembangunan fasilitas umun dan aset daerah, sebaiknya mendahulukan penyelesaian pembebasan lahan baru kemudian membangun. Bukan sebaliknya sehingga tidak ada titik temu antar keduanya. Itu juga bermain erat dengan besaran biaya ganti rugi yang akan dikeluarkan. “Bagaimana ceritanya, misal harga diawal yang seharusnya dapat murah malah jadi berkali lipat dengan harga jual sekarang yang lebih tinggi dan itu yang menimbulkan permasalahan sampai saat ini,” tuturnya.

Permasalahan yang sama juga timbul dalam sidak di lokasi ketiga di Perumahan Pondok Asri Biru di Kelurahan Manggar RT 060. Yakni drainase. Untuk memastikan Taufik bahkan turun langsung ke aliran parit besar menuju gorong-gorong. Itu juga sekaligus untuk mengetahui aliran air berjalan normal dan berfungsi sebagaimana mestinya. “Kedatangan kami kesini untuk memastikan apa yang menjadi keluhan rakyat selama ini dan kami berusaha sepenuh jiwa raga untuk bisa mengayomi dan melayani rakyat. Setiap laporan yang masuk akan segera kami tindaklanjuti, kami siap 1×24 jam untuk melayani dan kami akan jaga betul amanah rakyat karena kami dipilih oleh rakyat dan bekerja untuk rakyat,” gebu Taufik di sela perbincanganya dengan warga perumahan.

Adapun hasil sidak selanjutnya akan dibawa ke dalam Rapat Dengar Pendapat (RPD) yang direncanakan Desember mendatang demi memperoleh penjelasan kongkrit dari masing-masing pihak terkait. (qis)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top