Ekbis

Pamerkan Arang, Rempah dan Essential Oil ke Jeddah dan Riyadh

Wawali Rahmad Mas’ud Apresiasi Semangat Pengusaha Muslim Menembus Pasar Internasional

Ketua KPMI Korwil Kaltim Abdullah Umar (dua, kiri) bersama pengurus saat silaturahmi dengan Wakil Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud di kantornya, Kamis (28/11/2019) (foto: kotaku.co.id/run)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Sekira ada 10 produk unggulan yang dikembangkan pengusaha lokal yang tergabung dalam Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Koordinator Wilayah (Korwil) Kaltim akan melenggang ke pasar internasional dengan mengikuti Riyadh Exhibition 6-8 Desember dan Jeddah Internasional Trade Fair 18-20 Desember. “Ada arang kayu halaban dan itu sudah diekspor ke Jeddah, Kairo, Jordania dan Timur Tengah. Kemudian ada rempah yakni lada putih, juga ada beberapa produk dari luar Kota Balikpapan seperti pala, cengkeh dan kayu manis,” sebut Ketua Abdullah Umar usai silaturahmi dengan Wakil Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud di balaikota, Kamis (28/11/2019). Produk lain yang turut dipamerkan yakni Essential Oil yakni minyak alami yang diekstrak dari satu jenis tanaman tertentu. Diproduksi dalam tiga pilihan. Ketiganya berorientasi ekspor ke negara Prancis dan Swiss. Ada juga kayu gaharu yang dipasok dari Malinau. Tidak ketinggalan makanan ringan berbahan kacang-kacangan produksi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Seperti peyek, tenteng, kacang pedas juga aneka kripik yakni kripik singkong dan kripik pisang hingga kerupuk Belida. “Karena orang Arab suka kacang-kacangan dan kripik,” serunya. Pihaknya pun menargetkan, keikutsertaannya di ajang tersebut dapat meraup pasar yang pasti tentu saja disertai permintaan secara berkelanjutan. “KPMI punya House Indonesian Product di Jeddah, ada kantor di sana, dilengkapi gudang, juga marketing yang akan memasarkan door to door. Jadi seluruh produk Kaltim yang akan dipasarkan di sana bisa mengirimkan melalui kantor di sana,” tuturnya ramah.

KMPI Korwil Kaltim mulai aktif sejak tiga tahun lalu. Khusus di Balikpapan ada 200 anggota terdiri berbagai sektor meliputi properti, UMKM, eskportir, pertambangan, jasa dan hasil bumi.
Sedangkan secara nasional berdiri sejak tahun 2009, korwil tersebar di 43 kabupaten dan kota. Bahkan ada tiga perwakilan di luar negeri. Masing-masing di Qatar, Kairo dan Jeddah.

Dia menjelaskan, keterlibatannya di dua ajang tersebut sekaligus untuk memperkenalkan kekayaan produk unggulan Kaltim yang memiliki nilai saing dan nilai jual tinggi di pasar luar internasional. “Hanya saja para pelaku usaha belum menemukan peluang pasar yang lebih luas,” sahutnya diamini pengurus lainnya yang turut hadir dalam silaturahmi tersebut.

Melalui KPMI, tantangan tersebut akan ditaklukkan. Di antaranya dengan melakukan pelatihan peningkatan kualitas guna melahirkan eksportir baru. Hingga saat ini, sudah lima kegiatan pelatihan digelar. “Salah satunya ada yang berhasil mengekspor kemiri ke Hongkong. Produknya hasil perkebunan luar daerah tapi pengusahanya dari Kaltim,” ujarnya merinci.

Upaya yang ditempuhnya juga bagian dari mendukung pemerintah melakukan keanekaragaman diversifikasi sektor usaha untuk dikembangkan. “Komoditas ekspor di Kaltim cenderung kayu dan batu bara, padahal ada juga yang tidak kalah potensial. Di Arab Saudi misalnya puluhan ton briket serbuk gergaji dibutuhkan setiap bulannya, nah peluang itu ingin kami tangkap dan manfaatkan secara berjamaah, sekarang sudah harus dipikirkan Kaltim pasca tambang,” lugasnya kemudian. Peluang yang tak kalah menguntungkan yakni arang dan getah damar atau getah kayu meranti. “Khusus getah damar, saya dapat permintaan ratusan kontainer tiap bulan dari Bangladesh, Pakistan dan India, saya ambil dari Banjarmasin dan Pontianak,” paparnya kemudian.

Sejalan dengan semangat membidik pasar tradisional, Balikpapan sudah didukung infrastruktur yang maksimal yakni pelayaran internasional dari Balikpapan melalui Terminal Peti Kemas Karingau yang dikelola PT Kaltim Karingau Terminal (KKT) langsung ke Shanghai untuk kemudian dikirim ke negara China-Korea dan Jepang.

Terkait itu pihaknya akan memacu dan memanfaatkan keterbukaan jalur internasional. Tak hanya mendorong ekspor komoditas hasil alam tapi juga olahan makanan. “Kripik pisang paling diminati pasar Korea hasil Trade Expo Indonesia yang kami ikuti di Jakarta. Hanya saja bahan baku terbatas sehingga kami juga tadi mengusulkan ke Pak Wawali bagaimana kalau disiapkan dari hulu hingga ke hilirnya. Insa Allah Kaltim bisa,” semangatnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wawali Rahmad Mas’ud mengapresiasi semangat KPMI Korwil Kaltim menembus pasar global. “Kami berharap pengusaha lokal mampu mengembangkan potensi yang ada di Balikpapan. Ini juga suatu kebanggaan dan memang pemerintah juga akan mewujudkan agar semakin banyak pelaku usaha yang lahir di Balikpapan, tidak hanya menguasai pasar lokal tapi juga nasional bahkan internasional,” ucapnya.

Lebih dari itu, kiprah KPMI Korwil Balikpapan juga dapat menjembatani produk lokal lainnya untuk merambah pasar luar negeri. “Saya berharap kegiatan yang diikuti berjalan sukses dan mampu menciptakan peluang usaha baru sekaligus melahirkan pengusaha yang mandiri dan bermanfaat bagi semua,” pungkasnya. (run)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top