Parlementaria

Temukan Tumpukan Karung Berisi Pasir di Gorong-Gorong

Komisi III DPRD Balikpapan Geram Sidak di Pandan Sari

Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan Taufik Qulrahman, Amin Hidayat dan Fadillah saat sidak di Pandan Sari (foto:kotaku.co.id/run)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan dibuat geram lantaran mendapati tumpukan karung berisi pasir di gorong-gorong kawasan pertokoan Pandan Sari. “Bagaimana tidak banjir, gorong-gorongnya tersumbat, air tidak bisa mengalir,” kesal anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan Taufik Qulrahman saat menggelar sidak bersama Sekretaris Komisi III Ali Munsyir dan Amin Hidayat beserta Fadillah, Selasa (10/12/2019). Itu masih ditambah dengan adanya sedimentasi.

Taufik Qulrahman melihat dari dekat proses pengerukan sedimentasi di kawasan Pandan Sari (foto:kotaku.co.id/run)

Ya, adanya tumpukan di dalam gorong-gorong apalagi karung berisi pasir maupun tanah dapat mempersempit luas saluran air. Gorong-gorong akan cepat tersumbat ketika hujan dan menimbulkan genangan.

Meski ia melihat ada upaya membersihkan saluran air yang tersumbat dengan metode pengerukan namun diyakininya akan memakan waktu lama. Itu karena proyek pembersihan gorong-gorong dilakukan secara manual. “Harusnya dikeruk menggunakan alat berat,” lugasnya. Terkait itu, Komisi III berencana akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan seluruh instansi terkait.

Ali Munsyir saat berbincang dengan Kabid Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PU Rita terkait saluran air yang tersumbat akibat sedimentasi dan banyaknya tumpukan karung berisi pasir (foto:kotaku.co.id/run)

Dalam sidak tersebut, Komisi III DPRD Kota Balikpapan juga mengundang Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk hadir. Kabid Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PU Rita yang berkesempatan hadir ikut meninjau dan memberi keterangan. Dan dalam keterangan yang disampaikan kepada Ali Munsyir ia menyebut, aliran air di bagian hilir yang cenderung bermasalah lantaran berbenturan dengan lahan milik sejumlah warga. Dan pemilik lahan menolak untuk diajak kerja sama. “Tapi kami juga rutin menggelar Gaban (Gerakan Bersih Saluran, Red) melibatkan seluruh warga,” jelas Rita kepada Ali Munsyir. (run)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top