Peristiwa

Tujuh Tersangka Aktivis Papua Segera Disidang di PN Balikpapan

Kejaksaan Negeri Balikpapan (kotaku.co.id/ccd)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Tujuh tersangka aktivis yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan ULMWP yang terlibat dalam sejumlah aksi unjuk rasa berujung kekerasan di Papua, akhirnya tiba di Kejaksaan Negeri Balikpapan.

Ketujuh tersangka didampingi pihak Kejaksaan Tinggi Papua, bernama Fery Kombo, Alexander Gobay, Hengki Hilapok alias Frengki, Buchtar Tabuni, Irwanus Uropmabin, Stevanus Itlay alias Steven Itlay, dan terakhir Agus Kossay. Saat ini berkas ketujuh tersangka bakal segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Balikpapan, yang persidangannya dijadwalkan akan digelar awal tahun 2020.

Kasi Pidum Kejari Balikpapan, Aditya Narwanto ketika dikonfirmasi, membenarkan pelimpahan itu. Dan saat ini ketujuh tersangka tengah di tempatkan di Rutan Kelas I B Balikpapan sampai rampung dilakukan persidangan nantinya. “Benar, sudah tiba di sini, mereka didampingi jaksa dari Kejati Papua dan Kejari Jayapura,” ujarnya, Jumat (20/12/2019) pagi.

Ditambahkannya, para tersangka tiba di Kejari Balikpapan, sesuai dengan surat surat keputusan ketua Mahkama Agung yang menyatakan bahwa PN Balikpapan ditunjuk untuk memeriksa dan memutus perkara pidana atas nama Fery Kombo dan kawan-kawan.

“Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pihak Kejati maupun Polda Papua menyurati MA supaya sidang kasus ini di luar Papua. Jadi MA memutuskan sidang digelar di PN Balikpapan karena di sini kondusif,” tambahnya.

Dalam kasus ini, para tersangka diketahui disangkakan Pasal 106 Jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP atau Pasal 14 Ayat 1 dan 2 serta Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 66 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 dan Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 187 KUHP dan Pasal 365 KUHP atau Pasal 170 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 2 UU Nomor 12 Tahun 1951 dan atau Pasal 213 dan 214 KUHP Jo Pasal 55, 56, dan 64 KUHP yang tindak pidananya terjadi dalam wilayah Pengadilan Negeri Jayapura.

Di mana dalam pasal-pasal di atas, para tersangka disangkakan telah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap kemananan negara/makar dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat. (ccd)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top