Peristiwa

Selama Satu Tahun, PN Balikpapan Adili 1.050 Terdakwa Tindak Pidana

Ketua Pengadilan Negeri Balikpapan, Liliek Prisbawono Adi (kotaku.co.id/ccd)


KOTAKU, BALIKPAPAN-Selama setahun yakni tahun 2019, Pengadilan Negeri Kelas I A Balikpapan telah mengadili 1050 terdakwa tindak pidana. 113 Terdakwa merupakan sisa perkara yang belum putusan tahun 2018, sedangkan 937 terdakwa lainnya merupakan perkara pidana yang masuk selama tahun 2019.

Ketua Pengadilan Negeri Balikpapan, Liliek Prisbawono Adi mengatakan, dari 1050 perkara pidana yang ditangani, 881 perkara sudah menjalani sidang putusan. Sementara sisanya masih menjalani persidangan.

“Sebanyak 881 perkara sudah vonis. Dari perkara yang telah putus, sebanyak 37 perkara masih mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur. Sedangkan yang kasasi ke Mahkamah Agung ada sebanyak 11 perkara,” ujar Liliek.

Untuk perkara perdata seperti gugatan, masuk ke PN Balikpapan mencapai 241 perkara ditambah dengan perkara tahun 2019 yang belum putus sebanyak 94 perkara. Jadi total perkara yang ditangani sebanyak 338 perkara perdata gugatan.

“Perkara perdata gugatan sendiri, 227 perkara sudah putusan. Sebanyak 60 perkara menyatakan banding. 29 perkara menyatakan kasasi dan empat lagi peninjauan kasasi,” tambahnya.

Begitu juga dengan perkara perdata permohonan. Ada 550 permohonan yang masuk ditambah tujuh permohonan yang belum rampung tahun sebelumnya. Jadi totalnya mencapai 630 permohonan dan yang sudah putus sebanyak 523 permohonan.

“Untuk perkara pidana, yang mendominasi adalah tindak pidana narkotika sepeti sabu-sabu. Kalau dirincikan, ada 60 persen dari semua perkara yang divonis adalah terdakwa kasus sabu. Kemudian disusul dengan kasus penipuan dan tindak pidana lainnya,” ujar Humas PN Balikpapan, Pujiono menambahi.

Dalam menangani perkara tindak pidana, ditambahkannya lagi, pihak pengadilan sendiri tidak ada menjatuhi vonis bebas kepada terdakwa selama tahun 2019. Begitu juga menjatuhi hukuman mati kepada terdakwa tidak ada.

“Tidak ada yang vonis bebas. Begitu juga dengan hukuman mati, tidak ada. Kemudian untuk tilang, yang masuk selama tahun kemarin, sebanyak 15.012 perkara dan semuanya sudah dinyatakan putus,” pungkasnya. (ccd)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top