Peristiwa

Siang Bolong, Pasar Klandasan Balikpapan Nyaris Terpanggang

Api dari Kios Gudang, Pedagang Sigap Taklukkan

Bhabinkamtibmas Kelurahan Klandasan Ulu Parman (kiri) dan H Ramli, pedagang di Pasar Klandasan saat membersihkan lokasi yang sempat terbakar (foto;kotaku.co.id/run)


KOTAKU, BALIKPAPAN-Pasar tradisional Klandasan nyaris terpanggang. Pasalnya, secara tiba-tiba, api menyala di lantai atas kios B 09 sekira pukul 11.30 Wita, Selasa (14/1/2020). Pedagang yang mengetahui peristiwa tersebut berbondong-bondong melakukan pemadaman.

“Karena siang hari, jadi cepat ketahuan dan banyak orang juga. Kalau malam hari enggak tahu lagi,” kata pedagang setempat H Ramli ditemui sesaat setelah api berhasil ditaklukkan. Betapa tidak, barang-barang yang terdapat di dalamnya didominasi tumpukan kardus bekas. Yang notabene barang yang mudah dilalap api. Ketakutannya semakin menebal karena sekira 10 tahun lalu, tutur Ramli mengungkapkan, peristiwa serupa pernah terjadi. “Di lantai atas kios itu juga, sempat terbakar,” jawabnya seraya memutar ingatan. Rupanya selain berfungsi sebagai gudang, lokasi tersebut kerap dijadikan arena bermain sejumlah anak usia Sekolah Dasar (SD).

Saat dijumpai, keringat pun masih mengucur deras dari keningnya. Terik matahari semakin memanaskan suhu di lokasi. Ia juga menjawab pertanyaan yang dilayangkan kotaku.co.id dengan terengah-engah tanda kelelahan. Aroma benda terbakar pun masih menusuk hidung.

H Ramli salah seorang pedagang yang paling sigap melakukan pemadaman karena jarak kios dan titik api cukup dekat. Hanya terpisah satu kios. Yang lebih mengkhawatirkannya, titik api bersebelahan dengan kiosnya yang lain yang ia fungsikan sebagai gudang. Yakni B 10. “Ya, api dari lantai atas kios di sebelah. Gudang juga,” imbuhnya.

Ia menceritakan, api kali pertama diketahui konsumennya yang baru saja menyelesaikan transaksi. “Pas mau pulang, tiba-tiba dia lihat ada api. Langsung diteriaki saya, pak haji kebakaran di atas,” ujarnya menirukan ucapan konsumennya.

Ramli yang kala itu beraktivitas di dalam kios, sontak beranjak dari tempat duduk dan melemparkan pandangan ke titik api yang dimaksud. “Begitu saya lihat, oh ya benar ada api, langsung berusaha untuk padamkan,” ulasnya. Tentu tak sendiri, ia dibantu pedagang lainnya.

Mudahnya memperoleh pasokan air membuat api dengan cepat dikuasai. “WC (umum) dekat, kebetulan juga di sebelah jualan es batu, jadi stok airnya banyak,” urainya terdengar tenang.

Mulyadi, pedagang yang juga berada tak jauh dari lokasi, juga tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya. “Kaget pasti karena api sudah menyala. Apalagi terbakarnya di (lantai) atas,” ucap sang istri. Terlebih lanjut dia, peristiwa seperti itu bukan kali pertama. “Ya, dulu juga pernah. Di situ juga, tapi lupa tahun berapa,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama Bhabinkamtibmas Kelurahan Klandasan Ulu Parman yang tiba di lokasi menghimbau pedagang setempat agar cepat tanggap terhadap peristiwa. Termasuk sigap menginformasikan kepada petugas terkait. Agar kejadian yang sama tidak terulang, Parman mengimbau pedagang untuk segera menyingkirkan barang yang tidak terpakai. “Seperti kardus-kardus karena mudah terbakar,” pungkasnya. (run)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top