Ekbis

Pentingnya Menghabiskan Waktu di Kopi Seranting

Usung Konsep Ala Rumahan, Nyaman Tanpa Koneksi Internet

Dwi Purwanto pemilik Kopi Seranting (foto:kotaku.co.id/qis)


KOTAKU, BALIKPAPAN-Gemar menghabiskan waktu luang di cafe, Kopi Seranting patut untuk dikunjungi. Karena cafe yang berlokasi di Jalan Dua nomor 2A Rt.18 Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan utara akan membawa pengunjung larut dalam kenyamanan dan sensasi yang menyenangkan lewat konsep unik yang diusung yakni ala rumahan. Mulai kontur tanah yang berundak-undak, sentuhan properti khas Jawa seperti kursi jati, meja dan cermin. Tidak ketinggalan koleksi benda ‘jadul’ peninggalan orang tua atau hasil perburuannya sendiri.
“Awalnya rumah saya ini base camp teman-teman saya dulu di komunitas dan di lingkungan kerja. Karena sering ngumpul inilah tercetus ide, kenapa tidak membuat cafe saja,” kenang pemilik Kopi Seranting Dwi Purwanto dijumpai di sela aktivitasnya, Selasa (21/1/2020). Banyaknya koleksi peralatan penyeduh kopi buah kecintaannya terhadap minuman khas tersebut ditambah ilmu meracik kopi yang dipelajarinya secara otodidak kian memotivasinya untuk membuka usaha.


Bersama sang istri, pria yang pernah bekerja di perusahaan minyak dan gas (Migas) ini memulai debutnya pertengahan tahun 2019. Deretan menu disajikan. Untuk minuman, tentu saja kopi yang paling andalan. Apalagi hadir dalam berbagai jenis dan berasal dari biji kopi pilihan yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada kopi Wajo, Toraja dan lainnya. “Saya utamakan kopi lokal karena prinsip saya memakmurkan petani kopi Indonesia,” serunya. Pun begitu untuk pilihan makanan yang disajikan, merupakan cita rasa nusantara. “Hidangan yang kami sediakan selera nusantara, InsyaAllah cocok di lidah” gebunya. Harga menu makanan maupun minuman yang diklaim ramah kantong semakin membulatkan pengunjung untuk memilih Kopi Seranting sebagai tempat tujuan bersantai. Yakni mulai Rp 15 ribu hingga Rp 35 ribu.

Salah satu menu di Kopi Seranting (foto:kotaku.co.id/qis)


Sensasi lain yang tidak kalah penting yakni perbincangan para pengunjung yang jauh lebih hidup. Sebab Kopi Seranting dengan sengaja tidak menyediakan fasilitas koneksi internet sehingga pengunjung tidak dapat mendua dengan jagat maya.

Itu sesuai dengan filosofi Seranting yakni pertemanan, silaturahmi dan kekeluargaan. Adapun Seranting berasal dari kata dasar ranting.

Benar saja, Kopi Seranting viral dalam waktu cepat terutama di kalangan pengguna media sosial (medsos). Konsumennya pun beragam mulai dari anak muda, pekerja bahkan ibu-ibu majelis pengajian.

Rudi salah seorang pengunjung yang mengaku baru kali pertama menghabiskan waktu di Kopi Seranting, langsung merasakan nyaman. “Suasananya Cozy dan Homy seperti bukan di Balikpapan,” ucap pria yang pernah enam tahun di Bali ini. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top