Ekbis

Mendulang Rupiah dari Kerajinan Daur Ulang

Lilik Komariyati, pemilik usaha Tryada Craft dengan koleksi hasil karyanya (foto:kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Kreativitas tidak mengenal usia. Ya, di era modernisasi seperti sekarang bukan kalangan muda saja yang bisa berkreasi. Ibu-ibu juga tidak kalah mahir. Berkreasi juga tidak selalu mahal. Seperti yang dilakukan Lilik Komariyati, pemilik usaha Tryada Craft yang bergerak dalam industri kerajinan daur ulang. Terinspirasi dari hobi menciptakan berbagai macam kerajinan. Ia menjalankan usahanya di rumahnya jalan AW Syahrani Perumnas Batu Ampar RT 14.

“Awal mula saya membuat bros yang ditawarkan kepada teman-teman,” tuturnya mengenang 12 tahun yang lalu usahanya berdiri ditemui kotaku.co.id, Kamis (6/2/2020). Sejak itulah, ibu enam orang anak ini, hasil kerajinan semakin kaya dan berkembang. Ada tempat tisu, bunga, tas, dompet, tas bag, baju, hiasan dinding, buket, bahkan dalam bentuk parcel pun diproduksi. Hebatnya, seluruh hasil karya tersebut, ia kerjakan sendiri. Bahan baku yang digunakan pun, kata dia, tidak sulit dicari apalagi mengeluarkan banyak biaya. Ada botol shampo, bungkus sabun cuci, karung beras, kulit telur, kayu kering, botol kemasan lainnya, tutup botol air isi ulang, jirigen minyak, dan masih banyak lagi barang bekas yang bisa digunakan. “Sayang barang bekas kebutuhan sehari-hari, dibuang begitu saja. Lebih baik dimanfaatkan jadi barang yang bisa menghasilkan uang,” terangnya.

Rupanya tak cuma itu, usaha yang ia bangun juga menerima pesanan dalam bentuk lukisan seperti bantal lukis, gelas lukis, dan apapun sesuai dengan pesanan yang diterima. Khusus untuk hasil karya berbentuk lukisan, Lilik melibatkan salah seorang anaknya.

Tak heran bila produknya diminati berbagai kalangan. Mulai anak sekolah bahkan hingga perguruan tinggi. Tak hanya dalam kota, konsumennya juga banyak dari luar kota. Seperti Semarang, Pekalongan juga tertarik dengan hasil karyanya. Harga pun terjangkau bahkan menerima pesanan dapat disesuaikan dengan budget si pemesan.

Ia berharap, inovasinya mengolah produk tidak dipakai menjadi rupiah, berkembang pesat. Membuka gerai sekaligus sarana pelatihan bagi orang tua yang memiliki waktu luang, menjadi mimpinya. Sementara dalam menghadapi persaingan, Lilik mengaku siap sekaligus tidak khawatir. Karena ia percaya rezeki sudah tertakar. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top