Metro

Tutup Pintu Penyebaran Virus Corona, KSOP Balikpapan Terapkan Zona Karantina

Capt. M Hasan Basri SH MMar

KOTAKU, BALIKPAPAN-Tangkis penyebaran virus Corona atau Covid-19, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Semayang menerapkan prosedur tetap (Protap) bagi kapal dari luar negeri yang ingin memasuki pelabuhan Balikpapan. Yakni tahapan pemeriksaan di area khusus yang disebut Zona Karantina. Letaknya di Outer Buoy (OB) sekira 10 Mil Laut dari Balikpapan. “Protap ini sudah diberlakukan sejak 27 Februari 2020 dan disepakati seluruh pihak,” kata Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan Berlayar dan Patroli Capt. M Hasan Basri ditemui di kantornya, Senin (2/3/2020).

Dia menjelaskan, dalam proses kedatangan, kapal diwajibkan berlabuh di zona karantina. Selanjutnya, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Balikpapan akan melakukan pemeriksaan sebagai garda terdepan yang menangani pencegahan penyakit. Sampai dinyatakan kondisi kapal clear atau mendapatkan persetujuan barulah Kepanduan dapat melakukan kegiatan pemanduan. Termasuk pemeriksaan reguler dari unsur terkait meliputi Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina Hewan dan Tumbuhan, Surveyor. Tidak ketinggalan layanan dari keagenan kapal hingga Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Ia pun memastikan, seluruh petugas yang terlibat dalam pemeriksaan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar yaitu masker bedah atau masker N95 dan sarung tangan.

Adapun layanan pemeriksaan yang dilakukan unit teknis pencegahan penyakit, mulai pukul 06.00-18.00 Wita. Itu artinya, kapal yang direncanakan tiba di atas waktu yang ditentukan secara otomatis akan menjalani prosedur pemeriksaan keesokan harinya. Dengan kata lain, waktu tunggu kapal akan lebih lama. Terkait itu Hasan Basri menegaskan, keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat yang utama.

Ketentuan lain yang menjadi bagian dari upaya pencegahan penyebaran yakni perusahaan agen pelayaran wajib melaporkan 10 pelabuhan terakhir yang disinggahi kapal tersebut. Kru kapal yang datang dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tidak diizinkan turun ke Pelabuhan Balikpapan untuk pesiar atau go shore. Keagenan juga tidak diizinkan melakukan pergantian kru kapal yang berasal dari RRT.

Apabila terdapat orang yang terjangkit Covid-19 maka kapal tersebut secara otomatis menjadi sarana karantina sampai pelabuhan tujuan di luar negeri.

Hasan Basri menjelaskan, protap tersebut penting untuk dilakukan mengingat pelabuhan Balikpapan merupakan pelabuhan terbuka untuk perdagangan luar negeri berdasarkan surat keputusan bersama Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Menteri Perhubungan Nomor 667/KMK-005/1985, Nomor 885/KPB/VIU 1985 dan KM 138/HK 205/PHB-85. “Kunjungan kapal juga selalu meningkat. Termasuk kegiatan bongkar muat barang serta turun naik penumpang di Pelabuhan Balikpapan,” pungkasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top