Peristiwa

Diduga Kapal Hanyut, Nelayan Berkebangsaan Filipina Ditemukan di Selat Makassar

Kasi Inteldakim Agus Heriyanto Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan (kanan) didampingi Kasi Tikim Fuad Azhari (foto:kotaku.co.id/qis)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Kapal MV 2 Monarch 2 yang dinahkodai Capt David menemukan seorang nelayan berkewarganegaraan asing (WNA) di sekitar Floating Production Unit (FPU) Jangkrik milik PT ENI (Persero) perairan Selat Makassar, Selasa (3/3/2020) lalu. Selanjutnya melalui Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) Balikpapan, WNA dibawa ke Pelabuhan Semayang untuk kemudian diperiksa oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan.

“Memang benar ditemukan seorang nelayan WNA, kalau dari bicaranya seperti bahasa Tagalog Filipina,” ucap Kasi Intelijen Penindak Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan Agus Heriyanto di kantornya Jalan Mulawarman Rabu (4/3/2020). Ia mengaku kesulitan melakukan pemeriksaan karena WNA tidak bisa berbahasa Inggris. Hingga akhirnya identitasnya diketahui yakni Lyndon Aussa, berusia 22 tahun dan berasal dari General Santos Filipina.

Dia menjelaskan, berawal dari Capt. David kepada Lantamal yang menemukan seorang WNA, tidak memiliki dokumen dan sudah 11 hari mengapung, terbawa ombak di lautan karena kondisi mesin kapal tidak berfungsi. Keesokan harinya tepatnya Rabu (4/3/2020) sekira pukul 07.00 Wita petugas Imigrasi beserta Lantamal, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Balikpapan dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Balikpapan langsung bertindak melakukan pemeriksaan di kapal Monarch 2. Tim KKP mengecek kesehatan pria muda tersebut. Setelah dinyatakan sehat serta bebas virus Corona, kemudian dilanjutkan pemeriksaan oleh Imigrasi terkait dokumen keimigrasian, namun tidak dapat memberikan data diri.

Warga asing (baju merah) saat diperiksa oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan (Foto:kotaku.co.id/ist)

“Kami masih terus melakukan pemeriksaan dan menggali lebih lanjut informasi dari yang bersangkutan apakah memang benar nelayan atau ada tujuan lain,” terang Agus Heriyanto. Rencananya, ia akan mengkoordinasikan WNA tersebut ke Kedutaan Filipina. “Kami akan meminta konfirmasi perihal status warga asing tersebut apakah benar dari negaranya atau bukan,” lanjutnya.

Saat ini pria Filipina itu ditempatkan di ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan yang baru yakni di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, selama satu minggu ke depan, tergantung kebutuhan dan kelengkapan pemeriksaan .(*)

hut pelindo
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top