Ekbis

Basmi Peredaran Barang Kena Cukai Ilegal lewat Sosialisasi Keaslian Pita 2020

Kepala Kanwil DJBC Kalbagtim Rusman Hadi (pakai dasi) bersama seluruh peserta workshop (foto: kotaku.co.id/chandra)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Berantas peredaran barang kena cukai ilegal, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Kaltim Bagian Timur (Kalbagtim) sosialisasikan cara mengidentifikasi keaslian pita cukai tahun 2020 yang digelar di aula kantornya, Jalan Jendral Sudirman, Markoni, Rabu (11/3/2020).

“Secara nasional tahun 2019 peredarannya berhasil ditekan, hanya tersisa 3 persen dari 7 persen tahun 2018. Tahun ini kembali ditekan, harus 1 persen,” lugas Kepala Kanwil Kalbagtim Rusman Hadi usai membuka kegiatan. Optimisme tersebut bukan tanpa alasan mengingat setiap tahunnya, tren peredaran barang kena cukai ilegal terus menunjukkan tren turun. Dari 17 persen tahun 2016 menjadi hanya 12 persen tahun 2017. Adapun jenis pelanggaran barang kena cukai ilegal. Masing-masing tanpa pita cukai alias polos, pita cukai palsu, asli tapi bekas, menggunakan pita cukai milik barang lain dan salah peruntukan.

Secara akurasi ia menyebut, di wilayah kerjanya, sebanyak 14 kasus yang berhasil ditindak sepanjang tahun 2019. Dengan jumlah barang bukti sebanyak 475.064 batang rokok. Dua kasus di antaranya ditindaklanjuti di tingkat penyidik. Pelanggaran didominasi pita cukai palsu dan salah peruntukan.

Sedangkan tahun 2020 posisi hingga saat ini, penindakan sebanyak tiga kasus dengan jumlah barang bukti sebanyak 53.420 batang rokok. Pelanggaran berupa barang kena cukai tanpa pita cukai alias polos dan salah peruntukan.

Lebih dari itu, membasmi peredaran barang kena cukai ilegal berkorelasi positif terhadap penerimaan negara. Dikatakannya, tahun 2020, penerimaan negara dari cukai dipatok Rp 185 triliun secara nasional. Khusus di Kalbagtim, target yang dibebankan tidak terlampau besar karena jumlah produsen yang dikenakan cukai terbatas. Yakni hanya dua produsen. Itu pun produsen cairan rokok elektrik (vape) masing-masing di Samarinda dan Balikpapan.

Sosialisasi tersebut diikuti kalangan distributor hingga unsur pemerintahan kota. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top