Ekbis

KPK Selidiki Izin Usaha Pertambangan di Kaltim

(ki-ka): Kepala Dinas ESDM Provinsi Kaltim, Ir H Wahyu Widhi Heranata, MP, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dan Kepala Kanwil DJP Kaltimra Samon Jaya saat press conference, Kamis (12/3/2020) (foto;kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) soroti Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kaltim menyusul ragam permasalahan yang ditimbulkan. Di antaranya tanggung jawab pasca-tambang.

“Bekas galian tambang jangan kemudian menjadi pekerjaan pemerintah hingga akhirnya mengeluarkan duit untuk mengurusi hal itu,” terang Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam kunjungannya di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kaltim dan Kaltara (Kaltimra), Kamis (12/3/2020).

KPK juga akan mendalami isi perjanjian IUP. Utamanya terkait kewajiban penambang menyelesaikan bekas galian tambang tersebut hingga akhirnya IUP diterbitkan. Semestinya, bekas galian tambang tidak ditinggalkan begitu saja oleh pihak terkait. Melainkan bertanggung jawab penuh. Tidak dibebankan kepada negara khususnya Kementerian Lingkungan Hidup. Apalagi, bekas galian tambang memakan korban jiwa. Itu semua merupakan salah satu dampak negatif dari bekas lubang galian.

Menurutnya, berdasarkan data yang berhasil dihimpun, di Kaltim, total ada 1.404 IUP yang dikeluarkan tetapi menurut Ombudsman Kaltim tidak lebih dari 130 IUP yang melakukan operasi penambangan. Terkait itu, KPK lagi-lagi akan menelusuri. Apalagi beredar kabar, adanya IUP yang hanya tidur di bank sehingga berpotensi menimbulkan kredit macet.

Lebih dari itu KPK juga merekomendasikan sejumlah persyaratan untuk memperketat penerbitan izin. Tidak lupa KPK juga akan menelusuri perbankan yang melakukan praktik pemberian kredit terhadap pemegang IUP yang tidak dimanfaatkan untuk kegiatan tambang.

Dalam kunjungannya, Nawawi Pomolango didampingi Kepala Korwil KPK Nana Mulyana dan disambut hangat Kepala Kanwil DJP Kaltimra Samon Jaya dan Kepala Kanwil DJBC Kalbagtim Rusman Hadi, Kepala Perwakilan Ombudsman Kaltim Kusharyanto dan Kepala KSOP Kelas II Samarinda Dwi Yanto. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top