Metro

Siaga Virus Corona, Berikut Antisipasi Dini Pemkot Balikpapan Tangkis Penyebaran

Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi (tengah) saat press conference usai menggelar rapat dengan seluruh pihak terkait pencegahan dini penyebaran virus Corona (foto;kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan antisipasi sejak dini guna menghalau penyebaran virus Corona. Pertama, mengoptimalkan 20 ruang isolasi yang tersebar di 13 rumah sakit. 10 di antaranya tersedia di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) sebagai rumah sakit rujukan utama untuk kepentingan pasien yang terduga (suspect) virus Corona. “Semua rumah sakit (yang memiliki ruang isolasi) untuk dipersiapkan atau dibenahi agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan suspect Virus Corona tidak ada alasan untuk tidak dipergunakan,” terang Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi usai menggelar rapat dengan seluruh pihak terkait di aula rumah jabatan, Minggu (15/3/2020). Mengingat peran RSKD sebagai rujukan utama maka selanjutnya jika ada pasien lain di luar dari ancaman virus Corona yang juga membutuhkan perawatan intensif menggunakan ruang isolasi, akan direkomendasikan untuk dipindahkan sementara ke rumah sakit lainnya.

Bersamaan dengan itu, Pemkot Balikpapan juga akan menyiapkan tambahan pasokan perlengkapan untuk kebutuhan rumah sakit. Seperti masker, disinfektan hingga Alat Pelindung Dini (APD). “Jika ada dari pihak luar yang ingin membantu bisa langsung ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) supaya rumah sakit yang sangat memerlukan (perlengkapan tersebut) bisa terpenuhi, karena semua komunikasi mengenai virus Corona dikoordinasikan dengan DKK,” lanjutnya.

Antisipasi sejak dini lainnya yang akan ditempuh dalam rangka pencegahan penularan yakni menyiapkan tempat khusus di luar dari rumah sakit, yang akan dijadikan sebagai pusat pemantauan atau karantina orang dalam pantauan (ODP). Pusat pemantauan penting untuk disediakan guna mencegah penularan di lingkungan tempat tinggal ODP. Adapun masa karantina selama 14 hari. Jika tidak membaik maka ODP akan diobservasi di rumah sakit.

Ada tiga tempat yang tengah dipertimbangkan untuk dijadikan pusat pemantauan. Masing-masing rumah susun, Gedung Olah Raga Squash dan Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC/DOME). Alternatif lainnya, yakni mendirikan tenda bantuan dari TNI, di lokasi yang dianggap tepat untuk dijadikan pusat karantina.

Upaya pencegahan sejak dini lainnya yakni, Pemkot Balikpapan meniadakan kegiatan yang melibatkan banyak massa. Masyarakat juga diimbau tidak menggelar kegiatan besar serta membatasi hal – hal yang bisa menimbulkan penyebaran virus Corona.

Sementara untuk memudahkan komunikasi dengan awak media terkait perkembangan terkini, setiap pukul 16.00 Wita, Pemkot Balikpapan akan menggelar pertemuan di DKK atau balaikota.

” Saya mohon agar berita yang disampaikan jangan sampai menambah suasana (yang) mendorong masyarakat panik. Di tengah kewaspadaan yang tinggi (harapannya) tidak disertai dengan kepanikan yang tinggi,” pungkasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top