Metro

Terduga Virus Corona di Balikpapan Jadi 14 Orang, 7 Negatif, Sisanya Tunggu Hasil

Hasil Lacak, Ada 85 Orang Dalam Pantauan

Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi (tengah) saat press conference usai menggelar rapat di aula rumah jabatan, Minggu (15/3/2020) (foto: kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Jumlah warga yang terduga (suspect) virus Corona di Kota Balikpapan bertambah menjadi 14 orang. “Untuk lebih memperjelas nama pasien observasi diberi kode nomor. Ada 14 pasien yang diobservasi di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah, Red) Kanudjoso Djatiwibowo. Bukan berarti pasien yang diobservasi ini adalah positif, mereka diisolasi untuk menunggu hasil test yang dikirim ke Jakarta,” tegas Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi dalam press conference usai menggelar rapat dengan seluruh unsur terkait upaya pencegahan, yang digelar di rumah jabatan, Minggu (15/3/2020).

Disebutkan, pasien dari nomor 1 hingga 7 berdasarkan hasil uji laboratorium dinyatakan negatif, sehat hingga akhirnya diperbolehkan pulang. Selanjutnya, pasien nomor 8 hingga 14, masih diobservasi, menunggu hasil tes dari Jakarta. Adapun seluruh pasien yang diobservasi ini memiliki riwayat batuk, pilek, demam dan baru berpergian dari tempat yang terpapar virus Corona baik dalam maupun luar negeri.

Untuk pasien nomor 8 hingga 14, lima di antaranya dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo. Sedangkan sisanya masing-masing dirawat di RSUD Balikpapan dan di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). Nah, dari total tujuh pasien yang dalam observasi tersebut, empat orang di antaranya menunggu hasil uji laboratorium dan tiga pasien lainnya sedang proses pengiriman sampel.

Selain itu, ada juga warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 85 orang. Seluruhnya melakukan self karantina di rumah masing-masing. Yakni dengan membatasi bepergian. Termasuk membatasi kontak fisik dengan orang lain.

Jumlah ODP bertambah dari hanya tujuh ODP yang diumumkan Pemkot Balikpapan, 5 Maret 2020 lalu. Penambahan itu didapat dari pelacakan kontak (tracing) yang dilakukan Pemkot Balikpapan secara masif. Utamanya yang memiliki riwayat batuk, pilek dan baru berpergian dari daerah terpapar baik dalam maupun luar negeri atau telah kontak langsung dengan orang yang suspect. Terhadap ODP dilakukan pemantauan kesehatannya selama 14 hari.

Adapun penanganan observasi, setiap pasien didampingi 10 petugas medis. Terdiri perawat, gizi, radiologi hingga dokter spesialis paru. Sementara dalam menangani pasien, seluruh petugas dilengkapi alat pelindung diri (APD) langsung dari Kementerian Kesehatan. Sebanyak 70 buah APD didistribusikan ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dan 1.400 didistribusikan ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo. Jumlah itu dipastikan akan ditambah sesuai yang dibutuhkan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top