Pilkada Balikpapan

Indeks Kerawanan Pilkada di Balikpapan Level Sedang

Sosialisasi Indeks Kerawanan Pilkada oleh Bawaslu Kota Balikpapan (foto: kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Balikpapan menyebut Indeks Kerawanan Pilkada 2020 Balikpapan berada di level 4 atau masuk kategori sedang. Artinya potensi kerawanan cenderung mudah terjadi dan perlu mendapatkan perhatian serta antisipasi.

Terkait itu, Bawaslu, KPU dan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) akan membentuk Kampung Demokrasi bertujuan untuk memberikan pendidikan politik dan menciptakan kondusivitas di Kota Balikpapan selama Pilkada 2020. “Dari sembilan kabupaten dan kota di Kaltim yang melaksanakan Pilkada 2020, hanya Kota Balikpapan yang mempunyai ide untuk membentuk (sinergi) tiga instansi,” kata anggota Bawaslu Balikpapan Ahmadi Azis dalam sosialisasi Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) Balikpapan tahun 2020 di Hotel Golden Tulip, Selasa (17/3/2020).

Lebih jauh, lanjut dia menjelaskan, Bawaslu dengan KPU akan terus bersinergi dalam hal pelaksanaan pemutakhiran data. “Karena DPT (daftar pemilih tetap, Red) merupakan hal yang pertama dikritisi diakhir pemilihan oleh peserta pemilu,” serunya.

Indeks Kerawanan Pilkada merupakan alat ukur untuk mengindentifikasi dini kemungkinan munculnya kerawanan pilkada. Sehingga bisa dilakukan antisipasi. Ada empat dimensi besar yang diteliti. Yakni konteks sosial dan politik, pemilu yang bebas dan adil, kontestasi dan dimensi partisipasi.

Keempat dimensi tersebut dikembangkan lagi menjadi 15 sub dimensi keamanan lingkungan, otoritas penyelenggara pemilu, otoritas penyelenggara negara, relasi kuasa di tingkat lokal, hak pilih, pelaksanaan kampanye, pelaksanaan pemungutan suara.

Dari keempat dimensi tersebut, dimensi partisipasi yang paling menonjol di Kota Balikpapan. Partisipasi masyarakat cenderung rendah terhadap pelaksanaan Pemilu. “Kami berharap itu semua (potensi kerawanan, Red) tidak terjadi sehingga tidak mencederai pelaksanaan pilkada dan hasilnya. Paling tidak kami menunjukkan lebih siap dari daerah lain khususnya Kaltim sebagai Ibu Kota Negara yang baru,” imbuh anggota Bawaslu Provinsi Kaltim M Ramli.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU Balikpapan Syahrul Karim mengatakan, seluruh tahapan Pilkada 2020 sudah dikoordinasikan dan dikomunikasikan secara intens. “Karena kalau tidak ada satu pemahaman sesama penyelenggara, beda tafsir terkait dengan regulasi akan memunculkan masalah,” tegasnya. Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut Kasat Intel Polres Balikpapan AKP Sarbini. Ia pun mengingatkan tanggung jawab mewujudkan Balikpapan tetap aman saat Pilkada mendatang, bukan hanya milik TNI dan Polri tapi seluruh masyarakat. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top