Metro

Ini Dia Ruang Isolasi Tambahan di RSKD, Pusat Penanganan Covid-19 di Balikpapan

Pintu masuk untuk pasien yang ingin periksa dan konsultasi virus Corona (foto:kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemerintah Kota Balikpapan mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Kaltim agar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan sebagai pusat penanganan pasien yang terjangkit virus Corona (Covid-19). RSKD pun mulai memaksimalkan layanan guna mengantisipasi lonjakan jumlah pasien. Salah satunya menambah ruang isolasi menjadi 21 unit dengan daya tampung 51 pasien. Sebelum ruangan tersebut disulap sebagai ruang isolasi, lebih dulu ditempati pasien umum namun kini telah dipindahkan ke ruangan lainnya.

“Kemungkinan besok (Senin, 23 Maret 2020) RSKD akan melakukan penambahan ruang,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty ditemui usai penyemprotan disinfektan di RSKD Balikpapan, Minggu (22/3/2020) pagi tadi.

Bersamaan dengan itu, DKK juga akan mengatur tenaga medis dari rumah sakit lain bisa membantu petugas medis di RSKD dalam hal penanganan Covid-19. Saat ini RSKD didukung 45 tenaga medis. “Kami mohon dukungan teman-teman sejawat karena petugas medis di RSKD tidak pulang ke rumah dan mereka (dalam) status Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga, karena berhubungan langsung dengan pasien,” lanjutnya.

Adapun ruang isolasi khusus untuk pasien virus Corona dilengkapi ruang ICU sehingga tidak menyatu dengan ruang UGD pasien lainnya.

Sayang, di tengah optimalisasi membasmi virus Corona, rumah sakit terkendala pasokan alat pelindung diri (ADP) yang terbatas.

“Sebagian sampai membuat sendiri, dimodifikasi dengan menggunakan jas hujan,” terang Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi dalam kesempatan yang sama. Tapi ia yakin, pemerintah pusat akan melakukan berbagai upaya untuk menjamin kebutuhan yang paling mendesak bagi para petugas medis. (*)

hut pelindo
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top