Metro

Dibekali Rapid Test, DKK Bidik ODP Hasil Lacak Kontak

Pemeriksaan menggunakan Rapid Test bagi petugas medis seluruh rumah sakit yang menangani pasien terduga virus Corona yang digelar di aula Pemkot, Sabtu sore (foto: kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Setelah diperkuat alat uji cepat untuk melacak infeksi virus yakni Rapid Test, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan akan menggelar pemeriksaan guna meminimalisir penularan wabah virus Corona.

“Prioritas pertama adalah petugas-petugas kesehatan yang terlibat penanganan virus Corona di 13 rumah sakit dan yang kedua orang dalam pemantauan (ODP) yang akan dipilah,” jelas Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat memberi keterangan pers di aula Pemkot, Sabtu (28/3/2020) sore. Itu sesuai arahan Kementerian Kesehatan RI. Karena tenaga medis memiliki risiko tertular cukup tinggi menyusul adanya kontak erat dengan pasien yang diduga terinfeksi Covid-19.

Adapun pemeriksaan bagi tenaga medis dilakukan di aula Pemkot dan dihadiri petugas dari seluruh rumah sakit di Balikpapan yang menangani pasien virus Corona. Lewat metode pengambilan sampel darah oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan. Hasilnya akan diketahui beberapa waktu ke depan.

Disebutkan, ada 700 alat Rapid Test yang diterima Kota Balikpapan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. 500 di antaranya didistribusikan ke DKK Balikpapan dan 200 diberikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Karnudjoso Djatiwibowo (RSKD). Selaku rumah sakit rujukan utama penanganan Covid-19. “Pemeriksaan menggunakan Rapid Test akan dilakukan pertama kali di RSKD selanjutnya di RSUD Beriman Balikpapan dan Rumah Sakit dr R Hardjanto,” imbuh Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty.

Secara akurasi ia menyebut, Rapid Test yang diterima untuk anti body total. Hasilnya hanya ada satu tanda. Jika hasilnya positif maka akan langsung dirujuk untuk melakukan pemeriksaan VCR. Sebaliknya, jika hasilnya negatif akan dilakukan test lanjutan. Itu untuk menghindari terjadinya sistem anti body yang tidak bekerja maksimal. Dengan kata lain, akan dilakukan pemeriksaan ulang. Jeda waktu yang dibutuhkan nanti 7-10 hari kemudian. Dan jika hasilnya tetap negatif, dapat dipastikan pasien aman dari infeksi. Namun jika hasilnya justru positif, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan VCR.

Setelah tim medis, pemeriksaan menggunakan Rapid Test akan menyasar orang dalam pemantauan (ODP) yang dihimpun berdasarkan hasil lacak kontak. Adapun melacak kontak dilakukan DKK.

“Kepada ODP yang akan diperiksa akan diberi surat pengantar (rujukan) ke RSKD dengan membawa fotocopy BPJS dan KTP,” lanjutnya. Pemeriksaan dipusatkan di laboratorium ruang poli Covid-19 Mawar 1.

Sementara bagi masyarakat yang ingin memeriksakan secara mandiri akan dikenakan tarif Rp410 ribu. Layanan pemeriksaan tersedia di RSKD mulai pukul 08.00-21.00 Wita mulai Senin (30/3/2020). (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top