Metro

Pasien Covid-19 di Balikpapan Naik Dua Kali Lipat, Total 12

Bertambah Enam Kasus, di Antaranya Ada Keluarga Positif Pertama dan Satu Cluster Sulsel

Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat memberi keterangan pers Sabtu (28/3/2020) sore (foto:kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona (Covid-19) di Balikpapan bertambah. Tak main-main kenaikannya dua kali lipat dari jumlah kasus sebelumnya. Dari enam yang positif terjangkit bertambah enam kasus baru menjadi total 12 kasus. “Berdasarkan hasil uji sampel Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya yang dikonfirmasi Dinas Kesehatan Pemprov Kaltim, yang terkonfirmasi positif di Balikpapan bertambah enam orang. Dengan demikian jumlah pasien yang positif menjadi 12 orang,” terang Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat memberi keterangan pers di aula Pemkot, Sabtu (28/3/2020) sore.

Secara akurasi ia menyebut, mayoritas pasien yang terkonfirmasi positif Sabtu sore berkaitan erat dengan pasien positif pertama di Balikpapan yang terinfeksi virus Corona. Yakni cluster Bogor. “Merupakan keluarga dari pasien yang menghadiri acara di Bogor,” jelasnya.

Sedangkan seorang pasien lainnya, merupakan cluster baru yakni yang menghadiri kegiatan pertemuan di Kabupaten Gowa, Sulsel. Meski akhirnya, pertemuan tersebut dibatalkan. “Yang bersangkutan bukan warga Balikpapan tapi warga Banjarmasin. Dari Sulsel transit di Balikpapan, ternyata sakit (dan dirawat). Setelah melakukan pemeriksaan, hasilnya positif (Covid-19),” sambung Rizal.

Pasien tersebut sontak menjadi cluster baru di tengah mewabahnya virus Corona di tanah air.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan (DKK) dr Andi Sri Juliarty menerangkan seluruh pasien positif dirawat di rumah sakit. “Hari ini semuanya dalam keadaan baik. Semuanya di ruang isolasi tidak ada di ruang ICU,” tegasnya.

Lanjut dia menerangkan, dari total pasien yang terinfeksi, seluruhnya memiliki kaitan erat. “Ini berarti, kontak dekat sangat berpengaruh terhadap jumlah kasus. Karena itu kami menganjurkan, selalu jaga jarak, cuci tangan dan jaga kebersihan diri,” lugas dia.

Hal itu penting untuk terus digalakkan guna menghindari terjadinya transmisi lokal. Yakni terjadi cluster Balikpapan. “Dari 12 kasus, semuanya di luar Balikpapan. Cluster baru sudah muncul yakni cluster Sulsel,” sambung dr Dio karib ia sapa.

Karena itu ia menegaskan, orang dalam pantauan (ODP) yang melakukan observasi mandiri di rumah, disiplin melakukan isolasi diri. “Puskesmas akan terus memantau baik melalui telepon maupun kunjungan. Tapi yang diperlukan kedisiplinan pribadi,” ulasnya. Hingga Sabtu sore, total ODP sebanyak 1.130. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top