Parlementaria

Door to Door, Taufik Qulrahman Semprot Disinfektan di Rumah Warga hingga Tempat Ibadah

Taufik Qulrahman dijumpai di sela kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan warga Kelurahan Baru Ilir pagi tadi (foto: kotaku.co.id/chandra)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Penyemprotan cairan disinfektan semakin masif dilakukan guna mencegah penularan virus Corona. Itu juga yang dilakukan anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan Taufik Qulrahman. Penyemprotan disinfektan dilakukan secara maraton dengan skema door to door sejak pekan sebelumnya di seluruh Kelurahan Baru Ilir. Ke rumah-rumah warga hingga ke tempat ibadah. Hari kelima kegiatan tepatnya Senin (30/3/2020) pagi tadi, giliran warga di lingkungan RT 55 hingga RT 63 yang disasar. “Kelurahan Baru Ilir tuntas, besok (Selasa 31 Maret 2020, Red) giliran Kelurahan Margasari,” jelas Taufik di sela kegiatan.

Penyemprotan disinfektan secara masif dilakukan bersama tim yang tergabung dalam Taufik Qulrahman Center. Dia berharap aksinya dapat membasmi sebaran Covid-19. “Di Balikpapan ada 12 kasus positif terjangkit dan kemarin salah seorang pasien meninggal dunia. Kami tidak ingin ada kasus lagi, makanya kami (melakukan pencegahan) sampai ke rumah-rumah warga,” terangnya.

Aksinya melawan sebaran virus Corona pun disambut antusias warga setempat. Warga dengan tenang menunggu giliran dikunjungi dan mempersilahkan tim melakukan penyemprotan di dalam rumah. Setelah rumah warga, sterilisasi menggunakan cairan disinfektan yang digelar pagi tadi juga menjangkau tempat ibadah di Kelurahan Baru Ilir.

kegiatan penyemprotan cairan disinfektan yang difasilitasi Taufik Qulrahman (foto: kotaku.co.id/chandra)

Ya di Balikpapan, ada 12 pasien positif Covid-19. Jumlah itu menjadi yang tertinggi di Kaltim. Satu pasien merupakan positif virus Corona pertama di Balikpapan cluster penularannya dari kegiatan yang diikuti di Bogor. Belakangan menularkan empat anggota keluarganya yang juga dinyatakan positif. Selanjutnya, tiga pasien positif juga cluster Bogor. Kemudian dua pasien positif lainnya masing-masing memiliki riwayat perjalanan kerja ke Jakarta dan ke Jepang. Terakhir, satu pasien yang terinfeksi usai mengikuti kegiatan pertemuan di Kabupaten Gowa, Sulsel meski kegiatan tersebut dibatalkan. Adapun pasien cluster Sulsel merupakan warga Banjarmasin yang transit di Balikpapan namun kemudian dirawat karena sakit dan dinyatakan terinfeksi. Sekira pukul 16.00 Wita, Minggu (29/3/2020), Pemkot Balikpapan mengumumkan pasien positif Covid-19 cluster Sulsel tersebut, meninggal dunia. Dan dimakamkan sesuai protokol pemakaman pasien terinfeksi, pada pukul 17.00 Wita dihari yang sama. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top