Metro

Jumlah PDP dan ODP Bertambah, APD Menipis

Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat menerima bantuan secara simbolis Kamis sore (foto: kotaku.co.id/ist)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang diobservasi di rumah sakit bertambah lima. Dari 29 PDP menjadi 34 PDP, Kamis (2/4/2020). “(kasus baru lima PDP) Dua di antaranya masih berhubungan dengan kasus pasien positif 31 Maret 2020. Satu kasus lagi karena naik status dari sebelumnya ODP (orang dalam pantauan, Red) memiliki perjalanan dari Bali, sedangkan dua kasus lainnya masih ditelusuri riwayat perjalanannya dan masih dilakukan tracing,” jelas Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat memberi keterangan pers di balaikota, Kamis (2/4/2020) sore.

Tracing merupakan kegiatan melacak orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Lanjut dia menjelaskan, seluruh PDP dirawat di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. Rinciannya, 26 PDP dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), lima PDP di RSUD Beriman Balikpapan dan tiga PDP diobservasi di Rumah Sakit dr R Hardjanto.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty menambahkan, sejak tiga lalu, tepatnya Selasa (28/3/2020), rumah sakit rujukan utama penanganan Covid-19 di Kota Balikpapan bertambah. Dari sebelumnya ditangani tunggal oleh RSKD sesuai Surat Keputusan Kementerian Kesehatan RI, kini turut didukung RSUD Beriman Balikpapan dan RS dr R Hardjanto. Itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kaltim.

Selain PDP, jumlah ODP juga terus bertambah. Hingga Kamis sore mencapai 1.417 atau naik 6,8 persen dari sebelumnya sebanyak 1.321 ODP. “Kami juga masih menunggu (hasil uji) spesimen dari BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan, Red) Surabaya ada 12 dan ada 22 spesimen baru dalam pengiriman ke BBLK,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Balikpapan juga menerima bantuan dari Pengurus Perwakilan Kota Balikpapan Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Bukaka. Berupa fasilitas cuci tangan, bilik penyemprotan disinfektan dan masker.

Terkait itu, Rizal pun menyampaikan terimakasihnya. Dikatakannya, saat ini Alat Pelindung Diri (APD) kebutuhan yang tidak kalah mendesak karena stoknya setiap hari semakin berkurang. “APD hanya tinggal 100 buah bahkan kacamata dan sepatu juga kekurangan. Kami berterimakasih jika ada lembaga atau masyarakat yang mempunyai kemampuan untuk membantu APD, tentu sangat diperlukan untuk petugas yang ada di rumah sakit, puskesmas bahkan aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan karena mereka juga terlibat dalam penanganan virus Corona,” tutup Rizal. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top