Parlementaria

DPRD Balikpapan Setujui Rp 58 Miliar untuk Bantuan Masyarakat Dampak Covid 19

H Abdullah

KOTAKU, BALIKPAPAN-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menyetujui usulan anggaran yang diajukan Pemerintah Kota Balikpapan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak perekonomian wabah virus Corona atau Covid-19. Utamanya sektor informal di luar daftar penerima bantuan bagi keluarga miskin (Gakin). Sebab Gakin akan mendapat bantuan serupa dari pemerintah pusat.

“Angka total yang disepakati Rp 58 miliar,” kata Ketua DPRD Balikpapan H Abdullah dijumpai usai menggelar rapat secara maraton, Senin (20/4/2020).

Berdasarkan usulan, lanjut dia menjelaskan, sekira ada 30 persen kepala keluarga (KK) yang akan mendapat bantuan dari total KK di Balikpapan. Tiap KK akan menerima Rp 300 ribu per bulan selama tiga bulan berturut-turut, terhitung mulai April 2020. Namun, DPRD Balikpapan menginginkan, para penerima mendapat total Rp 1 juta untuk kebutuhan selama empat bulan ke depan. Atau sekira Rp 250 ribu. “(teknisnya) Masih dibahas,” celetuknya.

Saat ini, sambung Abdullah menerangkan, pendataan masih terus dilakukan. “Pendistribusian (bantuan) akan berlangsung dalam minggu ini,” tukasnya.

Dalam kesempatan, DPRD Balikpapan juga menyikapi hilangnya anggaran bantuan Pemerintah Provinsi Kaltim dan dana bagi hasil pajak kendaraan dengan total Rp 250 miliar menyusul adanya pemangkasan anggaran. Hal itu kontan mempengaruhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan tahun 2020.

“Hari ini memang juga membahas rasionalisasi APBD terkait dengan beberapa hal yaitu adanya pemangkasan dari (pemerintah) pusat sebesar 26 persen kemudian surat dari gubernur juga ada penurunan dana bagi hasil provinsi ke Balikpapan yang angkanya mencapai 62 persen. Ini sangat menyakitkan untuk daerah” ulasnya.

Bahkan dia memandang, hal itu kejadian langka sebab belum pernah terjadi pemangkasan anggaran bagi Kota Balikpapan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim dengan presentasi yang cukup besar. “Angka ini sangat fantastis dan di luar nalar. Mudah-mudahan gubernur ikhlas dan menambah, jangan dipangkas 62 persen,” pungkasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top