Metro

Transmisi Lokal, Satu Lagi Pasien di Balikpapan Positif Corona

Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat memberi keterangan pers di Balai Kota, Rabu sore tadi (foto: kotaku.co.id/chandra)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pasien terjangkit virus Corona di Kota Balikpapan kembali bertambah. Rabu (22/4/2020), satu orang dinyatakan positif berdasarkan hasil uji Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. “Pasien satu rekan kerja dengan pasien kasus ke-22. Jenis kelamin laki-laki, usia 46 tahun,” terang Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat memberi keterangan pers di Balai Kota, Rabu (22/4/2020).

Adapun pasien kasus ke-22, dinyatakan positif 19 April 2020 lalu dan memiliki riwayat pulang pergi ke Jakarta secara rutin. Dengan kata lain, pasien yang positif terpapar melalui transmisi lokal. Adanya pasien yang dinyatakan positif tersebut menggenapi angka Covid-19 melalui penularan lokal menjadi 7 kasus. Sementara total angka Covid-19 di Kota Balikpapan sebanyak 24 kasus.

Untuk mencegah meluasnya kasus transmisi lokal, Pemerintah Kota Balikpapan langsung mendistribusikan alat Rapid Test ke seluruh rumah sakit. “Kalau sebelumnya, masyarakat yang memeriksakan kesehatan dengan gejala Covid-19 ditanya riwayat perjalanan, sekarang langsung mengikuti Rapid Test,” imbuh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty. Upaya lain masih dalam rangka menekan kasus transmisi lokal, yakni gencar melakukan lacak kontak. Sayangnya, kesulitan kerap menerpa. “Semua tergantung kejujuran pasien, pernah kontak dengan siapa saja dan lainnya. Kalau pasien tidak jujur kami juga kesulitan, hingga akhirnya kami harus bekerja ekstra,” terangnya kemudian.

Di sisi lain, partisipasi masyarakat dalam menerapkan protokol Covid-19 merupakan aspek yang paling penting dilakukan guna memutus rantai penularan. “Wajib pakai masker saat keluar rumah dan hindari kerumunan,” tegasnya.

Bertambahnya jumlah kasus pasien positif, berbanding terbalik dengan jumlah orang dalam pantauan (ODP) yang terus mengalami penurunan setiap harinya seiring berakhirnya masa observasi mandiri selama 14 hari. “Itu karena arus orang yang berangkat dan datang ke Balikpapan juga berkurang sehingga jumlah ODP ikut turun,” sambung dr Dio sapaan akrab dr Andi Sri Juliarty. Hingga saat ini, total ada yang 452 ODP yang masih melakukan isolasi diri.

Dihari yang sama jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) juga ikut bertambah. Yakni dua orang menjadi total 24 PDP. Sementara itu ada 42 spesimen pasien yang hingga kini masih diperiksa BBLK Surabaya alias menunggu hasil uji. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top