Metro

Beroperasi Kembali, Kapal Angkutan Penumpang Dapat Kelonggaran

Terbatas untuk Tim Medis hingga Kabar Duka Keluarga di Kampung Halaman

Kabid Keselamatan Berlayar dan Patroli KSOP Kelas I Balikpapan Capt Hasan Basri (tengah) saat memberi keterangan pers di kantornya, Jumat pagi tadi (foto:kotaku.co.id/chandra)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemerintah resmi melonggarkan seluruh moda transportasi mengangkut penumpang di tengah wabah Covid-19. Hanya dengan berbagai persyaratan.

“Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 25 tahun 2020, mudik ditiadakan guna memutus rantai penularan. Tapi ada kekhususan terutama bagi medis, TNI-Polri, pejabat negara dan kepentingan darurat seperti kabar duka keluarga yang mengharuskan untuk bepergian,” terang Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan Berlayar dan Patroli Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Semayang Balikpapan Capt Hasan Basri di kantornya, Jumat (8/5/2020). Itu sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan No 19 Tahun 2020 tentang petunjuk operasional transportasi laut untuk pelaksanaan pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Disebutkan, pengoperasian transportasi laut yang diizinkan untuk melayani kepentingan atau kegiatan tertentu secara terbatas meliputi kapal penumpang atau kapal dengan fungsi khusus yang melayani perjalanan orang, termasuk orang asing yang bekerja di lembaga pemerintah, perusahaan swasta atau perusahaan swasta asing yang beroperasi di Indonesia, kapal penumpang yang melayani perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat, kapal penumpang yang melayani perjalanan orang yang anggota keluarga intinya mengalami sakit keras atau meninggal dunia, kapal penumpang yang melayani perjalanan repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Indonesia (WNI) dan pelajar atau mahasiswa yang berada di luar negeri, yang berasal dari embarkasi pelabuhan negara perbatasan ke pelabuhan domestik yang ditunjuk atau menuju pelabuhan daerah asal masing-masing,kapal penumpang yang melayani pemulangan orang dengan alasan khusus dan kapal penumpang yang diizinkan beroperasi untuk mengangkut barang logistik. Meliputi barang pokok dan penting, obat-obatan dan peralatan medis serta barang esensial lainnya yang dibutuhkan daerah.

“Dan yang terpenting, kapal yang diizinkan beroperasi, harus melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” tegssnya. Dengan begitu maka operator kapal wajib memastikan calon penumpang memenuhi persyaratan.

Pun begitu untuk operator terminal pelabuhan. Wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Di antaranya menyediakan sarana dan melakukan pemeriksaan kesehatan bersama tim gabungan.

Adapun persyaratan bagi orang yang akan melakukan perjalanan tersebut terdiri surat keterangan negatif Covid-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR), Rapid Test atau surat keterangan sehat dari instansi terkait. Bagi ASN, dilengkapi surat tugas, surat tugas bagi calon penumpang yang tidak mewakili lembaga atau swasta, membawa surat rujukan bagi pasien yang akan melakukan pengobatan di luar daerah, bagi calon penumpang umum yang mendapat pengecualian karena kabar duka keluarga, wajib menunjukkan surat keterangan kematian almarhum/almarhumah. Sedangkan bagi pelajar atau mahasiswa yang ingin kembali ke daerah asalz wajib menunjukkan surat keterangan dari sekolah atau universitas.

Sebagai regulator, KSOP Kelas I Semayang akan meningkatkan melakukan sosialisasi ke seluruh unsur kepelabuhanan disertai pengawasan.

Saat ini, ujar dia merinci, tercatat vada tiga operator kapal laut yang beroperasi di Pelabuhan Semayang. Selama wabah Covid-19, pelayanan hanya fokus untuk angkutan logistik. Sedangkan kapal khusus penumpang, PT Pelni (Persero) telah menghentikan layanan angkutan sejak wabah Covid-19 merebak. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top