Metro

DMI Balikpapan Sebut Ada 400 Masjid Gelar Salat Id

Ustadz Drs HM Solehuddin Siregar MM

KOTAKU, BALIKPAPAN-Setelah sempat memperbolehkan, Pemerintah Kota Balikpapan akhirnya menarik izin salat Id berjamaah di masjid dan tanah lapang. Itu sejalan dengan imbauan tidak salat lima waktu dan tarawih berjamaah di masjid yang ditentukan sebelumnya berdasarkan keputusan Menteri Agama RI. Tujuannya, menghindari kerumunan guna memutus penularan. Selanjutnya, kegiatan ibadah dianjurkan dilakukan di rumah.

Terkait itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Balikpapan Ustandz Drs HM Solehuddin Siregar MM memilih kontra. Bahkan dalam rapat dengan Pemerintah Kota Balikpapan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan, Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah hingga DMI Balikpapan beberapa waktu lalu, ia menegaskan, tidak menjamin masyarakat tidak melaksanakan salat Id. “Yakin dan percaya bahwa masjid-masjid banyak yang akan melaksanakan salat Id sesuai laporan yang ada,” ujarnya di Kantor DMI Balikpapan, Jum’at (22/5/2020). Karena menurutnya, ibadah berjamaah di masjid memungkinkan dilakukan di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Ia pun menyosialisasikan secara teknis pelaksanaan salat Idulfitri di seluruh kecamatan selama tiga hari. “Pelaksanaan salat Idulfitri mengikuti protokol kesehatan Covid-19, itu mutlak dilaksanakan,” jelasnya.

Disebutkan, sebanyak 400 dari total 451 masjid di Kota Balikpapan akan melaksanakan salat Id. “Walaupun ada yang diam-diam,” celetuknya kemudian.

Termasuk dia dan keluarga, berencana melaksanakan salat Id berjamaah. “Saya beserta keluarga akan salat Id di Pondok Pesantren Al-Banjari,” ungkapnya. Selanjutnya, ia menyakini bahwa salat Id berjamaah di masjid akan tetap dilaksanakan santri setempat bahkan warga sekitarnya. “Orang tetap ingin datang walaupun tidak bersalam-salaman,” terangnya.

Namun ia mengimbau, setiap masjid yang melaksanakan salat Id, agar berkoordinasi terlebih dahulu dengan rukun tetangga (RT) dan masyarakat sekitar. “Jika sudah disetujui maka pelaksanaannya sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid 19, seperti menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan,” tuturnya. Selain itu, jamaahnya hanya warga sekitar. Tidak berlaku untuk warga di luar lingkungan. Sedangkan dalam pelaksanaannya, salat Id akan menggunakan ayat pendek, waktu khutbah dipersingkat dan tidak ada salam-salaman. “Ada absensi dalam pelaksanaan salat Id,” ucapnya.

Di sisi lain ia berharap, aparat dan seluruh petugas, bijak menyikapi pilihan tersebut. “Jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan dan masjid yang melaksanakan, bertanggung jawab,” lugasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top