Metro

New Normal di Balikpapan Diawali di Rumah Ibadah

Wali Kota Balikpapan HM. Rizal Effendi saat memberikan keterangan pers di Balai Kota, Minggu (31/05/2020). (foto: kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Tatanan hidup baru di tengah pandemi Covid-19 atau New Normal akan dimulai. Di Balikpapan skenario new normal akan dimulai seiring berakhirnya masa tanggap darurat Mei 2020.

Terkait itu, Pemerintah Kota akan melakukan pelonggaran terhadap penutupan jalan, pelonggaran tempat ibadah dan sebagainya. “New Normal di Balikpapan akan diawali dengan rumah ibadah. Mulai Jum’at 5 Juni 2020 tepatnya umat Islam melakukan salat Jum’at dan umat Kristen mulai hari Minggu melakukan kebaktian,” jelas Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi di Balai Kota, Minggu (31/5/2020).

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menemui pemimpin agama guna menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan wajib dilakukan di rumah ibadah.

Secara teknis, ada dua persyaratan yang wajib dipenuhi pengurus rumah ibadah. Pertama, kawasan tersebut berada dalam pengawasan atau sudah dievaluasi oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan. Kedua, permohonan untuk pembukaan rumah ibadah.

Sementara untuk menekan kasus virus Corona, Pemerintah Kota tengah gencar melakukan Rapid Test massal dengan menyasar berbagai tempat untuk melacak orang tanpa gejala (OTG). Itu karena OTG punya potensi yang besar terhadap penyebaran virus Corona.

Ya, dalam penerapan new normal, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 wajib diterapkan. Untuk mewujudkan skenario tersebut, salah satu persyaratannya yakni atau angka kasus penularan awal di bawah 1 persen. Berdasarkan data yang dilansir, R Nought (RO) atau angka kasus penularan awal Kota Balikpapan periode 25-31 Mei 2020 di level 0,00 persen. Perolehan itu dibukukan sejak 14-24 Mei 2020. Turun drastis dari pekan sebelumnya yakni 1,00 persen periode 11-17 Mei 2020. Bahkan dipekan sebelumnya yakni 4-10 Mei 2020, sempat menyentuh 1,67 persen.

Menurut Kepala DKK Balikpapan dr Andi Sri Juliarty, saat New Normal, bidang kesehatan tidak ada pelonggaran. Upaya pencegahan, upaya pelayanan dan upaya rehabilitasi tetap dioptimalkan. Untuk itu, pihaknya akan tetap melakukan skrining massal. Jika ada hasil Rapid Test yang dinyatakan reaktif maka akan dilakukan uji yang sama tahap kedua namun dengan alat yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan kembali reaktif akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan berikutnya yakni swab. “Masyarakat jangan takut untuk melakukan skrining massal,” ujarnya.(*)

hut pelindo
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top