Metro

Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Pedagang Pasar Pandansari, Pemkot Balikpapan Akan Swab 500 Orang Sekitar

Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat memberi keterangan pers di Polresta Balikpapan, Jumat (26/6/2020) (foto: kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemerintah Kota Balikpapan akan swab 500 pedagang di Pasar Pandansari, Selasa 30 Juni 2020 mendatang sebagai langkah antisipatif atas pasien Covid-19 dengan kode BPN 135 yang meninggal dunia Kamis 25 Juni 2020.

“Pasien positif (Covid-19) yang meninggal dunia itu berjualan di Pasar Pandansari sehingga kami akan melaksanakan swab massal di sana. Kami mohon pedagangnya bisa berkoordinasi, bisa bekerja sama, sebab jika nanti ada yang terpapar di sana tentu kami akan mempertimbangkan kondisi Pasar Pandansari, karena itu kami mohon pedagangnya (kooperatif), tidak seperti di beberapa tempat yang mengetahui ada swab, pedagang malah kabur,” terang Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat memberi keterangan pers di Polresta Balikpapan, Jumat (26/6/2020).

BPN 135 meninggal dunia Kamis siang pukul 14.45 Wita. Ia dirawat di ruang ICU khusus Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Kanujoso Djatiwibowo sejak 22 Juni 2020 lantaran penyakit demam, batuk, sesak nafas berat. Ditambah dengan riwayat penyakit lain yakni Hipertensi.

Upaya lain yang akan ditempuh untuk mencegah penularan Covid-19 di pasar tradisional yakni penggunaan tirai plastik di setiap lapak pedagang. Disebutkan, tahap awal, ada empat pasar tradisional yang akan difasilitasi tirai plastik ditiap lapak. Masing-masing Pasar Baru, Pasar Sepinggan, Pasar Klandasan dan Pasar Pandansari. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 250 juta.

“Kemarin kami refocusing (perubahan alokasi anggaran, Red) dari beberapa anggaran kesehatan untuk membuat tirai petak di pasar,” terangnya.

Sejurus dengan itu, ia juga mendorong penggunaan transaksi non tunai di pasar tradisional. Apalagi menurut pengamatannya, sebagian pedagang di pasar tradisional sudah menerapkan sistem pembayaran digital tanpa menggunakan uang tunai.

“Cuma, masih banyak juga yang menggunakan uang cash, sebagian juga sudah pakai (non tunai), sudah mengerti,” tukasnya.

Kalau sudah begitu, penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 penting dan wajib diterapkan guna meminimalisir potensi penularan Covid-19.

“Mohon diingatkan masyarakat, protokol kesehatan tetap dijaga, menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer,” tutupnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top