Metro

Pemkot Balikpapan Panggil Pimpinan Perusahaan Pekerja Positif Covid-19

Rumuskan Pencegahan Era New Normal

Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat memberikan keterangan pers di Balai Kota, Senin (29/6/2020) (foto:kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Mengingat tingginya kasus positif Covid-19 yang berasal dari pekerja maka penting bagi Pemerintah Kota Balikpapan untuk memastikan perusahaan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Itu untuk menekan angka penyebaran. Apalagi kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Corona perlahan melunak. Itu sesuai perubahan Surat Edaran Peraturan Menteri Perhubungan berlaku sejak 26 Juni 2020.

“Ada 50 perusahaan yang pekerjanya terkonfirmasi positif di Balikpapan, tapi kami akan mengundang kira-kira 20-30 pimpinan perusahaan nanti malam,” jelas Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi di Balai Kota, Senin (29/6/2020).

Dalam Surat Edaran perubahan yang dimaksud disebutkan, setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Yang kedua, setiap individu yang melakukan perjalanan orang dengan transportasi umum darat, perkeretaapian, laut dan udara wajib menunjukkan identitas diri KTP maupun tanda pengenal lainnya, menunjukkan surat keterangan hasil Rapid Test atau test PCR dengan hasil negatif yang berlaku 14 hari sejak keberangkatan. Lanjutnya, menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa (ILI) yang dikeluarkan oleh dokter Puskesmas atau rumah sakit. Khususnya bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Rapid Test atau test PCR. Kemudian, wajib mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler.

Sebelumnya, masa berlaku hasil Rapid Test hanya tiga hari dan test PCR berlaku tujuh hari tanpa menunjukkan surat keterangan dokter tidak menderita penyakit bergejala seperti influensa. Dan tidak diwajibkan mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lingkungan.

Tak sekadar menekankan penerapan protokol kesehatan, Pemkot Balikpapan bersama pimpinan perusahaan juga akan menyusun formula pencegahan yang tepat. Misal, seluruh pekerja melakukan pemeriksaan PCR sejak di daerah asal.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty mengingatkan perubahan kebijakan yang semakin lunak maka pengendalian dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 ada ditiap individu. “Terutama yang melakukan perjalanan,” imbuhnya.

Disebutkan hingga Senin (29/6/2020) sektor minyak dan gas (Migas) mendominasi jumlah kasus positif Covid-19 di Balikpapan dengan latar belakang pekerja. Disusul sektor tambang dan ada juga bidang telekomunikasi.

“Kami mengelompokkan bukan hanya migas tapi yang sejenis migas (industri pengolahan, Red), (seperti) tambang dan (ada juga) telekomunikasi. Sampai tadi malam (total) 92 orang,” tukasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top