Parlementaria

Anggota DPRD Balikpapan Suriani Tolak Asrama Haji sebagai Pusat Isolasi Mandiri

Suriani

KOTAKU,BALIKPAPAN-Pemerintah Kota Balikpapan menjadikan asrama haji Manggar sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid 19. Akan tetapi keputusan tersebut ditentang sejumlah masyarakat sekitarnya. Termasuk anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan Suriani.

“Saya tidak setuju dengan adanya tempat pengalihan tempat Covid 19 sedangkan hotel banyak yang kosong, kenapa tidak memakai hotel,” jelasnya dijumpai di kantornya, Senin (10/8/2020).

Dia menjelaskan, sebagian anggaran dipangkas dan dialokasikan untuk penanganan Covid, sehingga tidak ada salahnya hotel yang kosong, digunakan. “Takut kami dampaknya masyarakat yang terdekat di situkan banyak, iya kalau dijaga 24 jam bisa saja keluar,” tegasnya.

Menurutnya, apakah ada yang menjamin seandainya masyarakat Balikpapan Timur (Baltim) tidak terkonfirmasi positif Covid-19. “Mungkin ada (masyarakat Baltim) yang kena dampak Covid hanya seberapa, tidak sebanyak yang lain,” serunya dengan penuh semangat.

Anggota Fraksi Partai Golkar ini tetap menolak, karena masih banyak tempat lain yang bisa dijadikan pusat isolasi mandiri. Selain hotel, mungkin bisa Tennis Indoor. “Kasihan yang di sana itu, masyarakat berdekatan, orang yang berjualan di depan, kanan, kiri, siapa yang akan menjamin dijaga 24 jam,” gebunya.

Dia berharap dengan adanya peningkatan kasus ini kesadaran manusia masing-masing individu untuk memperhatikan protokol kesehatan, itu yang paling utama, itu diterapkan dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan selalu memberikan sosialisasi jangan berhenti sampai di situ, terus dan terus. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top