Metro

Antusias Masyarakat Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW Tetap Tinggi, Tak Ada Bedanya Sebelum Pandemi Covid 19

hamas Ramadhan
Drs Ustadz HM Solehuddin Siregar

KOTAKU, BALIKPAPAN-Seluruh umat Islam di dunia merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau biasa disebut Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, peringatan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dikarenakan adanya pandemi Covid 19. Tahun 2020, Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan pada 29 Oktober 2020 atau biasa perayaannya jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

“Tidak bisa menghindar dari Covid 19 dan tidak bisa juga kami menghindar dari sisi agama. Karena itu di Maulid Nabi Muhammad SAW ini kami sampaikan silahkan ke masjid dan silahkan melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW tetapi tetap melaksanakan protokol kesehatan,” jelas Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Balikpapan Drs Ustadz HM Solehuddin Siregar, Kamis (29/10/2020).

Saat dihubungi Kotaku.co.id, Ketua masjid At-Taqwa ini mengatakan, empat hari berturut-turut telah menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di beberapa masjid yang ada di Balikpapan. Antusias masyarakat dalam merayakan tidak ada beda sebelum adanya pandemi Covid 19, baik dari kalangan anak-anak maupun orangtua.

Bahkan, tidak ada pembatasan masyarakat dalam perayaan. Seperti halnya, jaga jarak hampir dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri masyarakat tidak diterapkan, akan tetapi masyarakat tetap menggunakan masker. Hal tersebut dilakukan karena kecintaannya kepada Nabi Muhammad SAW dan apabila tidak melaksanakan perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW, merasa ada yang kurang.

“Harapan kami ke depan ini paling tidak, jaraknya tetap diperhatikan kalaupun tidak satu meter ada jaraklah sedikit dan harapan kami tetap laksanakan protokol kesehatan,” ucapnya.

Secara tradisi, setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW berciri khas dengan tumpeng dan telur yang dihias. Lazimnya, pengambilan telur tersebut secara berebut, tapi saat ini diberi satu persatu. “Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tradisi telur itu sudah membudidaya dari dulu, apalagi di ujung telur tersebut diberi uang sehingga semangat betul anak-anak hadir,” serunya sambil tertawa lirih mengingat anak-anak tersebut.

Menurutnya, dalam diri Nabi Muhammad SAW, banyak suri tauladan yang dapat dicontoh oleh siapa saja. Salah satu sifat Nabi Muhammad SAW yakni pemaaf yang dapat dicontoh setiap orang, mengingat saat ini orang mudah marah dan pendendam.

Khusus di Balikpapan, dia menekankan kepada masyarakat saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bagaimana akhlak seorang pemimpin, bagaimana kriteria calon pemimpin yang diberkahi oleh Allah SWT.

“Kami liat kepemimpinan Rasullulah, kepemimpinan sahabat Rasulullah. Akhlak Nabi Muhammad SAW itulah yang harus kami warisi sehingga kami merasakan hidup ini nyaman tidak ada yang lebih hebat,”tukasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top