Metro

Tim Satgas Balikpapan Pantau Simulasi Belajar di Sekolah

Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi, Kepala Disdik Balikpapan Muhaimin beserta Tim Satgas Penanganan Covid-19 saat memantau simulasi pembelajaran tatap muka di SMPN 12 Balikpapan, Senin (14/12/2020) (foto:kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Menuju pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah era pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Balikpapan menggelar simulasi di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) selama dua hari terhitung mulai 14-15 Desember 2020. Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Balikpapan berserta Tim Gugus Tugas Covid 19 meninjau tiga sekolah yang melaksanakan simulasi. Yakni SMP Negeri 12, SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 1 yang terletak di kawasan Gunung Pasir, Senin (14/12/2020).

“Selama dua hari nanti kami evaluasi karena resminya pembelajaran tatap muka pada 11 Januari 2021. Tim gugus tugas dan Disdik sangat bertanggungjawab, karena kami tidak ingin kalian sekolah nanti tahu-tahu terkonfirmasi Covid 19,” jelasnya saat menyampaikan sambutan kepada siswa SMP Negeri 12 saat peninjauan.

Lanjut Rizal menyampaikan, jika hasil pengisian angket orangtua sekitar 94 persen dari sekitar 1.000 peserta didik memilih melakukan pembelajaran tatap muka daripada pembelajaran daring.

“Saya mohon adik-adik sekalian menjalani protokol kesehatan dengan baik, guru-guru sudah Rapid Test. Kalian harus sehat kalau demam jangan disembunyikan harus lapor sama guru dan orangtua karena akan kami tindaklanjuti,” serunya.

Ya, sebelum simulasi pembelajaran tatap muka, Pemerintah Kota Balikpapan memfasilitasi pemeriksaan Rapid Test kepada 2.696 guru tingkat SMP maupun SD. Hasil pemeriksaan Rapid Test ditemukan 409 yang reaktif, kemudian dilakukan pemeriksaan swab terdapat dua guru yang terkonfirmasi positif.

Rizal mengatakan diperlukan kedisiplinan protokol kesehatan dan wajib membawa makanan sendiri dari rumah, karena kantin tidak boleh buka. “Masker tidak boleh dibuka, jangan nanti ada guru (baru masker) dipakai dan tidak ada guru tidak dipakai. Itu bahaya. Mengurangi juga kontak sosial sesama teman, walaupun pembelajaran tatap muka belum bisa terlalu berdekatan dengan teman karena masih rawan,” terangnya.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top