Ekbis

Kemendag Serukan Pakai Produk Lokal, Dukung UMKM

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Syailendra saat dijumpai di sela acara di Hotel Novotel, Selasa (22/12/2020) (foto:kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Tingkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kaltim, Kementerian Perdagangan (Kemendag) gandeng sektor perhotelan, akomodasi dan perbankan dalam pemasaran produk dan pembiayaan usaha.

“Kami mengajak PT AAPC Indonesia (Accor) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) dan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mendukung sektor UMKM dengan melakukan penandatangan perjanjian kerja sama guna mendukung program pemerintah terkait peningkatan dan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan UMKM di Kaltim,” jelas Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra saat ditemui di sela kegiatan di Hotel Novotel, Selasa (22/12/2020).

Dijelaskan bahwa di tengah pandemi Covid 19, UMKM dapat membantu memainkan perannya sebagai penopang perekonomian yang mampu menggerakkan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, juga menjaga kontribusi. “Saat ini data yang kami peroleh UMKM memberikan kontribusi 60 persen dari total PDB (produk domestik bruto, Red) dan kami harap bisa terjaga,” ungkapnya.

Selain itu juga, UMKM menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia atau sebanyak total 133 juta. “Luar biasa besarnya kekuatan dari UMKM dalam meningkatkan perekonomian dan mencegah pengangguran,” terangnya.

Begitu juga, UMKM memberikan sumbangsih 14 persen dari total ekspor, seperti hal yang baru dilakukan beberapa pekan lalu sebagian besar dari UMKM melepas ekspor dari 14 provinsi.

Ada tiga hal penting yang diperlukan oleh UMKM di antaranya UMKM diberikan akses untuk meningkatkan kapasitas baik produksi barang yang bisa dihasilkan dan mengelolah usaha dengan baik . “Ini hanya persoalan kapasitas jadi itu yang harus kami terima dan menjadi PR bersama,” serunya.

Selain itu juga, UMKM perlu diberikan fasilitas untuk menyalurkan hasil produksi atau memasarkan produk dan akses pembiayaan. “Sejauh ini BNI yang membantu UMKM,” celetuknya.

Menurut Syailendra, UMKM perlu dibantu tetapi juga bisa diajak berdiri bersama-sama.

Sementara itu adanya pandemi Covid 19, merubah pola konsumsi masyarakat di mana penjualan secara daring menjadi solusi, karena mampu bertahan di tengah pandemi dan ini perlu dimanfaatkan peluang oleh UMKM. “Pembelajaan secara online naik, orang beralih belanja online,” tukasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top