Metro

Kasus Covid 19 di Balikpapan Meningkat, Peminat Belajar di Sekolah Berkurang

Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat jumpa pers di aula Pemkot, Senin (28/12/2020) (foto:kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan masih mengkaji ulang selama sepekan terkait pembukaan sekolah kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan diterapkan mulai 11 Januari 2021 mendatang.

“Kami akan evaluasi, kami belum memutuskan apakah kami tunda seluruhnya atau kami tunda sebagian. Nanti kami lihat perkembangan terakhir,” ujar Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi kepada wartawan saat jumpa pers di aula Pemkot, Senin (28/12/2020).

Rizal menjelaskan, akibat peningkatan kasus peminat pelaksanaan belajar di sekolah berkurang. Berdasarkan hasil survei, PTM tingkat SMP awalnya sebanyak 79,2 persen orangtua menyetujui tetapi sekarang tinggal 68,8 persen. Sementara tingkat SD, semula sebanyak 82 persen orangtua menyetujui namun saat ini berkurang menjadi 61,8 persen. “Mungkin khawatir karena perkembangan Covid 19 yang saat ini terus meningkat,” ujarnya.

Selaras dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota (Disdikud) Balikpapan Muhaimin mengatakan simulasi PTM yang digelar 14-17 Desember 2020 lalu diikuti 77 SD dan SMP di Balikpapan mengalami perubahan dari hasil kuesioner.

“Jadi setelah simulasi dilaksanakan (kemudian) pembagian raport, orangtua diminta untuk mengisi kembali apakah tetap PTM atau pembelajaran daring,” tuturnya.

Adapun tiga hal yang menjadi penurunan minta dari orangtua di antaranya khawatir adanya sekolah yang terdapat pengajar yang terkonfirmasi positif Covid-19. Lanjutnya, orangtua khawatir pada saat jam sekolah ada peserta didik yang tidak dijemput orangtuanya, sehingga masih berjalan bergerombolan yang berpotensi menyebabkan penyebaran Covid 19.

Selain itu juga, perkembangan Covid 19 di Kota Balikpapan yang terus meningkat. “Jadi kami tetap menunggu apakah akan tetap dilaksanakan mulai 11 Januari 2020 nanti,” jelasnya.

Kalaupun tetap dilaksanakan, berdasarkan arahan wali kota dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan sesuai dengan zona wilayah kelurahan.

“Jadi kembali ke konsep awal, misalnya zona kelurahan yang paling aman tidak ada tenaga pendidik yang positif tidak ada siswa yang terdampak itu akan kami laksanakan. Jadi bertahap tidak lagi seperti perencanaan awal bahwa itu dilaksanakan seluruh SD, SMP dan Paud se-kota Balikpapan,” pungkasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top