Ekbis

Awali Tahun 2021, Balikpapan Inflasi 0,02 Persen

hamas Ramadhan
Cabai menjadi komoditas yang memberi andil terhadap inflasi Januari 2021 di Balikpapan (foto:kotaku.co.id/chandra)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Membuka tahun 2021, Balikpapan mengalami inflasi 0,02 persen. Tingkat inflasi itu dibentuk Kelompok Pakaian dan Alas Kaki, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau setelah mengalami kenaikan indeks tertinggi dari seluruh kelompok pengeluaran rumah tangga lainnya. Masing-masing secara berurutan indeks kenaikannya sebesar 1,53 persen, 0,39 persen dan 0,30 persen.

“Komoditi yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi yakni cabai rawit yang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 31,33 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,0995 persen, diikuti tempe yang mengalami kenaikan indeks sebesar 11,42 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,0457 persen, serta tahu mentah dengan kenaikan indeks sebesar 13,40 persen dan memberikan andil sebesar 0,0434 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan Achmad Zaini melalui siaran pers yang disampaikan Senin (1/2/2021).

Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga meliputi Kelompok Transportasi 1,73 persen. Dan komoditi yang
mengalami penurunan indeks harga tertinggi sekaligus membentuk deflasi yakni angkutan udara yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 13,08 persen dan memberikan andil deflasi 0,1937
persen, diikuti ikan layan alias benggol yang mengalami penurunan indeks sebesar 10,60 persen dan memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,0885 persen, serta air kemasan dengan penurunan
indeks 3,36 persen dan memberikan andil deflasi 0,0447 persen.

Sementara, Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan, dan Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya tidak mengalami perubahan indeks harga. Tingkat inflasi Januari membentuk inflasi tahun kalender atau Year-to-Date sebesar 0,02 persen dan inflasi tahunan sebesar 0,41 persen.

Pun begitu itu menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan Sri Darmadi Sudibyo melalui siaran pers yang disampaikan Senin malam tadi, inflasi Januari 2021 disebabkan kenaikan harga Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan sumbangan sebesar 0,08 persen yang berasal dari berlanjutnya kenaikan harga cabai rawit seiring minimnya pasokan sebagai dampak turunnya produksi di daerah sentra. Serta adanya kenaikan harga tempe dan tahu sejalan peningkatan harga kedelai di pasar internasional. Sedangkan Kelompok Pakaian dan Alas Kaki yang juga menyumbang inflasi, dipengaruhi penyesuaian harga pakaian jadi saat awal tahun 2021. “Tapi di sisi lain, laju inflasi sedikit tertahan oleh koreksi harga di Kelompok Transportasi yang berasal dari penurunan tarif angkutan udara seiring berakhirnya libur akhir tahun dan berkurangnya mobilitas dampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),” jelasnya.

Meski begitu ada beberapa faktor yang diperkirakan akan memberikan tekanan inflasi, di antaranya cuaca yang belum mendukung sehingga mempengaruhi produksi dan distribusi di daerah pemasok terutama Jawa dan Sulawesi untuk komoditas antara lain cabai rawit dan cabai merah. Kemudian berlanjutnya kenaikan harga kedelai dunia sebagai bahan baku tahu dan tempe, menguatnya permintaan saat momen Tahun Baru Imlek dan kenaikan cukai rokok yang berlaku mulai 1 Februari 2021. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top