Ekbis

Empat Jurus Bank Indonesia Balikpapan Pacu UMKM Bangkit

Kepala KPw BI Balikpapan Sri Darmadi Sudibyo saat temu media secara virtual, Kamis (4/2/2021) (foto:kotaku.co.id/chandra)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan siapkan empat jurus untuk mendukung eksistensi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19. Dengan menggelar ajang UMKM Bangga, Kreatif dan Inovatif (Bangkit) Sabtu 6 Februari 2021 secara virtual.

“Ada empat program yang kami siapkan dalam ajang UMKM Bangkit 2021,” kata Kepala KPw BI Balikpapan Sri Darmadi Sudibyo saat temu media secara virtual, Kamis (4/2/2021).

UMKM Bangkit 2021 merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya. Diformulasikan untuk mendukung pelaku usaha tetap tumbuh di tengah badai pandemi Covid-19 dengan membekali berbagai inovasi dan kreativitas.

Keempat program yang dimaksud meliputi Digital Akademi yang fokus kepada upaya peningkatan kapasitas pelaku UMKM di dunia digital. Baik digital marketing dan digital pembayaran non tunai melalui QRIS. Lebih dari itu, dalam Digital Akademi, pelaku UMKM juga didorong menuju ekspor.

QRIS merupakan cara pembayaran digital yang bisa digunakan di seluruh aplikasi pembayaran. Cukup melakukan scan kode QR. “Di wilayah kerja KPw BI Balikpapan, sudah 34 ribu pedagang menggunakan QRIS untuk memudahkan konsumen bertransaksi,” imbuh Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Thomy Andreas.

Program berikutnya yakni UMKM Connect. Sebuah upaya untuk menghubungkan dengan konsumen melalui program promosi. Dengan harapan, dapat memacu peningkatan omzet. Dengan adanya kegiatan itu, diharapkan penggunaan QRIS semakin marak.

“Dalam UMKM Bangkit 2020, ada 35 UMKM terhubung dengan marketplace dan semakin banyak pelaku usaha yang melek QRIS,” imbuh Manager Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Nyi Mas Mirnajayanti J.

Kemudian UMKM Center yang memfasilitasi pelaku usaha mengakses pasar maupun modal. Termasuk konsultasi bisnis. Di Balikpapan, UMKM Center telah hadir sejak tahun 2020.

Terkahir, pelatihan menggunakan aplikasi Siapik yang dikembangkan BI untuk membantu UMKM melek finansial. Aplikasi tersebut memudahkan pelaku usaha mencatat transaksi keuangan secara sederhana dan membuat laporan keuangan bagi UMKM sektor jasa, perdagangan, pertanian dan infrastruktur. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top