Metro

Kemenko Polhukam RI Ingatkan Pengamanan Objek Vital Nasional di Kaltim Jangan Luput di Tengah Penanganan Covid-19

hamas Ramadhan
Teks foto: rapat koordinasi monitoring tindaklanjut identifikasi ancaman dan gangguan Kamtibmas terhadap objek vital nasional di Kaltim oleh Kemenko Polhukam RI di Grand Jatra Hotel, Rabu (17/2/2021) (foto:kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pengamanan obyek vital nasional menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi monitoring tindaklanjut identifikasi ancaman dan gangguan Kamtibmas terhadap objek vital nasional di Kaltim oleh Kemenko Polhukam RI yang berlangsung di Grand Jatra Hotel, Rabu (17/2/2021).

“Memang kami perlu memastikan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam hal pemulihan ekonomi nasional dan penanganan Covid 19,” ucap Kepala Deputi V Kemenko Polhukam Armed Wijaya ditemui usai memberikan sambutan dalam rakor.

Armed mengatakan musibah Covid 19 perlu diperhatikan. Apalagi di Kaltim kasus Covid 19 selalu masuk 10 besar secara nasional. Bahkan Kemenko Polhukam pun juga ditunjuk sebagai koordinator sesuai dengan Instruksi Presiden No 06 tahun 2020 tentang Pendisiplinan Protokol Kesehatan.

Tapi keamanan objek vital nasional juga tidak boleh luput dari perhatian. Sebab kontribusinya terhadap perekonomian nasional cukup besar. Utamanya dalam rangka pemulihan ekonomi akibat badai Covid-19. “Di sini (Kaltim, Red) ada proyek-proyek strategis nasional seperti kilang yang ada di Balikpapan juga di Bontang, juga beberapa yang berkaitan dengan pelabuhan. Semua harus dijaga supaya tetap aman. Untuk menjaga kemanan harus betul-betul dilaksanakan, jangan sampai terlalu keras kemudian (timbul) gejolak sehingga itu menjadi tidak bagus. Perlu kehati-hatian dari semua termasuk aparat keamanan, TNI-Polri,” ungkapnya.

Nah, pandemi Covid 19 yang berdampak terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK), jika tidak disertai solusi bukan tidak mungkin akan berpotensi terhadap gangguan keamanan.

“Nah ini menimbulkan potensi konflik di tengah masyarakat, jika ada pihak ketiga yang memanfaatkan ini sangat berbahaya. Apalagi Kaltim ini dari dulu sangat gampang diadu domba antar suku, kalau sudah ada jatuh korban akan sulit dikendalikan. Supaya tidak terjadi gangguan seperti itu maka diharapkan seluruh stakeholder untuk bersinergi,” tuturnya mengingatkan. Dengan begitu Kaltim tetap aman dan perekonomian tetap lancar.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top