Metro

Sepekan PPKM Mikro Berjalan, Zona Hijau Tingkat RT Menurun

Teks foto: Tim Satgas Covid 19 Balikpapan saat menyampaikan perkembangan kasus di Balai Kota, Senin (22/2/2021) (foto:kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di lingkungan RT sudah berlangsung lebih dari satu minggu sejak 12 Februari 2021.

“PPKM mikro ini tidak masalah dengan waktu, karena dia di tingkat RT dan RT sendiri yang mengetahui apakah masih memerlukan PPKM atau tidak,” jelas Ketua Satgas Covid 19 Balikpapan HM Rizal Effendi saat menyampaikan perkembangan kasus Covid 19 di Balai Kota, Senin (22/2/2021).

Dijelaskan Rizal bahwa PPKM itu penting kalau berada di zona hijau atau kuning lebih waspada tetapi kalau zona merah atau oranye, maka lebih meningkatkan lagi tindakan supaya tidak berkembang dan bisa turun lagi.

“PPKM mikro itu dampaknya tidak besar terhadap perekonomian karena di tingkat RT sehingga tidak berpengaruh, PPKM itu jadi heboh kalau kegiatan perekonomian bagi yang terdampak,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Satpol PP Zulkifli menyampaikan apabila PPKM dibandingkan dengan kasus minggu lalu, karena sesuai data dari Dinas Kesehatan selalu menyampaikan data awal sebaran berdasarkan kasus aktif per tujuh hari terakhir.

Anggota Tim Satgas Covid 19 ini mengatakan zona hijau minggu lalu 950 RT dan minggu ini turun menjadi 851 RT. Lanjutnya, zona kuning 614 RT kemudian minggu ini naik menjadi 716 RT. Zona oranye minggu ini turun menjadi dua RT.

“Alhamdulillah zona orange hampir habis, mudah-mudahan minggu depan kami tidak ada lagi zona oranye hanya menangani zona kuning. Tapi kami patut waspada karena zona hijau ada penambahan berarti ada terkonfirmasi yang baru,” ungkapnya.

Enam RT yang sudah dilakukan supervisi oleh Tim Satgas Covid 19 yakni RT 10 Kelurahan Manggar, RT 41 Kelurahan Sepinggan Baru, RT 34 Kelurahan Gunung Bahagia, RT 11 Kelurahan Damai Bahagia, RT 34 Kelurahan Sepinggan Raya, RT 34 Kelurahan Gunung Samarinda Baru.

“Itu sudah kami lakukan semacam verifikasi dan nanti kami cari semacam acuan menjadi role model untuk pelaksanaan PPKM Mikro di tingkat RT,” urainya.

Ketentuan zonasi berdasarkan kasus aktif dalam kurun waktu satu minggu terakhir, yakni 1-5 rumah yang terkonfirmasi positif berarti kategori zona kuning.

Kemudian, 6-10 rumah masuk zona oranye dan apabila lebih dari 10 rumah terdapat kasus terkonfirmasi positif dikatakan zona merah.

Zulkifli mengimbau kepada seluruh masyarakat yang dikoordinir oleh lurah, agar zona hijau dipertahankan supaya dapat fokus pada zona kuning. “Kami selesai zona kuning lalu zona hijau naik ke kuning jadi nggak habis-habisnya, jadi tetap disiplin protokol kesehatan dan apabila tidak penting tidak usah keluar rumah. Kami membatasi mobilitas warga,” pungkasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top