Metro

Dinilai Terbaik Kelola Sampah, Balikpapan Diganjar Penghargaan Nasional

Teks foto: Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat peninjauan monitoring PPKM mikro di Wonorejo 3 RT 51, Rabu (24/2/2021) (foto:kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Dianggap berhasil menangani dan mengelola sampah, Kota Balikpapan diganjar penghargaan nasional bersama sembilan daerah lainnya. Penghargaan diberikan dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tiap 21 Februari. Atas keberhasilan itu, Balikpapan pun berhak atas dana apresiasi sebesar Rp7,7 miliar.

“Saya belum tahu arahan penggunaannya bagaimana, nanti kami tunggu dulu tapi dananya melalui dana insentif daerah,” ucap Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat meninjau PPKM skala mikro di Kelurahan Wonorejo RT 51, Rabu (24/2/2021).

Dijelaskan Rizal bahwa Kota Balikpapan terbaik dalam penanganan sampah. Itu tercermin dari Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di Manggar yang tidak berbau bahkan menjadikannya sebagai tempat pendidikan sampah.

“Saya mohon ini menjadi perhatian terutama sistem pembuangan akhir sampah itu di TPA Manggar itu terbaik nasional. Belum ada tempat pembuangan sampah di Indonesia yang diresmikan oleh Bapak Presiden RI Joko Widodo kecuali punya kami itu,” serunya.

Ketua Satgas Covid 19 ini juga mengatakan apabila sampah dibuang tanpa dipilah, maka yang terjadi setiap tahunnya menambah lahan untuk penampungan. Itu sebabnya mengolah sampah yang dikenal dengan istilah 3 R (Recycle, Reduce, Reuse) atau pengurangan, penggunaan kembali dan mendaur ulang sampah, diperlukan sehingga pembuangan sampah itu hanya yang tersisa.

“Upayakan di sini juga seperti itu tidak semua diangkut oleh sampah, jadi harus ada bank sampah dan pemanfaatannya,” jelasnya.

Lanjut Rizal menambahkan bahwa produksi sampah di Balikpapan seharinya sebanyak 467 ton, yang biasanya hanya 460 ton. Kenaikan tujuh ton itu sejak adanya pandemi Covid 19, banyak masyarakat yang work from home (WFH) maka banyak makanan yang terbuang.

“Kalau dipresentasekan sampah yang terbuang itu paling besar dari sisa makanan, hampir 37 persen sisa makanan. Saya mohon kepada masyarakat jangan banyak membuang makanan,” terangnya.

Ia berharap, pengolahan sampah yang baik di Balikpapan perlu dipertahankan agar diakui dunia. Penanganan sampah di negara maju persentasi sampah yang terbuang di TPA sisa 25 persen dan 75 persen daur ulang, akan tetapi di Indonesia 75 persen masih di TPA hanya 25 persen yang daur ulang.

“Jadi biar kecil TPA nya tidak perlu tambah, kalau kami nambah terus lahannya. Saya mohon pak RT untuk pengolahan sampah,” tukasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top