Hukum

Empat Jam Kejari Balikpapan Geledah Kantor KSOP

Teks foto: Petugas dari Kejari Balikpapan membawa berkas dari kantor KSOP Balikpapan (kotaku.co.id/ist)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) hingga dilakukan penggeledahan 9 Februari 2021 lalu, kini tim penyidik Kejaksaan Negeri Balikpapan kembali melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda, guna melengkapi berkas.

Masing-masing Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas l Balikpapan dan kantor PT Pelindo lV (Persero) cabang Balikpapan di kawasan Pelabuhan Semayang, serta kantor PT Kace Berkah Alam (KBA) di Jalan Agung Tunggal, Perumahan Wahana Asri, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Rabu (24/2/2021) siang.

Pantauan di lokasi, sekira pukul 11.00 Wita tim penyidik dari Kejari Balikpapan masuk ke dalam kantor KSOP untuk melakukan penggeledahan. Sekira empat jam kemudian, tim penyidik keluar dan terlihat membawa sejumlah berkas atau dokumen barang bukti yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi di PT KKT.

Kasi Intel Kejari Balikpapan Oktario Hutapea mengatakan, kehadirannya di tiga tempat berbeda tersebut dalam rangka mencari berkas untuk memperkuat bukti atas perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi di PT KKT. Di mana diduga telah terjadi penyalahgunaan kewenangan di Terminal Peti Kemas Karingau menjadi bongkar muat batu bara yang dikelola oleh PT KKT kepada PT KBA.

“Kami melaksanakan upaya paksa penggeledahan di tiga tempat. Salah satunya di KSOP Kelas l Balikpapan, berkaitan dengan bidang lalu lintas laut. Ada sekitar 22 item termasuk beberapa dokumen dan soft dokumen yang diamankan,” kata Oktario kepada wartawan di depan kantor KSOP.

Ditambahkannya, dokumen yang diamankan antara lain mengenai Rencana Kerja Bongkar Muat atau RKBM tahun 2019-2020, kemudian dokumen bukti keberangkatan kapal dan lainnya. Oktario berharap, dokumen yang diamankan tersebut bisa mendukung proses pembuktian untuk penguatan kasus. Sehingga cepat ditangani dan langsung penetapan tersangka.

“Dalam waktu dekat sudah penetapan tersangka. Sejauh ini sudah sekitar 20 lebih saksi yang diperiksa. Baik dari pihak KKT, Pelindo, KSOP, KBA hingga pengguna jasa,” ungkapnya.

Diketahui, kasus ini terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pelaksanaan kegiatan operasional di Pelabuhan Peti Kemas Karingau yang dikelola PT KKT. Disebutkan izin operasional pelabuhan tersebut khusus untuk peti kemas. Namun dalam pelaksanaannya ada kegiatan lain termasuk di dalamnya bongkar muat curah batu bara. Sehingga ada indikasi kerugian keuangan negara mencapai Rp10 miliar. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top