Metro

Kurangi Beban Sampah Organik, Ini Langkah Relawan ECO Enzyme Balikpapan

Teks foto: REEI Balikpapan berkunjung di UPTD TPA Manggar untuk berdiskusi ECO Enzyme, Jumat (5/3/2021) (foto:kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Relawan ECO Enzyme Indonesia (REEI) Balikpapan berkunjung di UPTD Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar untuk berdiskusi ECO Enzyme, Jumat (5/3/2021).

“Momen ini sangat baik untuk ke depannya nanti apa yang bisa dikolaborasi, kami sebagai REEI tujuannya secara khusus (mengingatkan) sampah organik rumah tangga tidak lagi dibuang jadi sampah tetapi dapat dimanfaatkan (menjadi ECO Enzyme),” ujar Ketua REEI Balikpapan Daniel Kaban kepada Kotaku.co.id.

ECO Enzyme merupakan produk yang dihasilkan dari olahan sampah organik seperti sampah sayuran, buah maupun daun-daunan, yang mempunyai banyak manfaat yang dapat. Seperti menyuburkan tanah sehingga baik untuk tanaman, hand sanitizer, penggunaan rumah tangga, termasuk menjernihkan air dan menghilangkan bau. “Teman-teman ini selalu bilang ECO Enzyme ini cairan sejuta manfaat, ini sudah banyak testimoni,” serunya.

Itu artinya, ECO Enzyme bisa menekan beban di TPA. Apalagi sebagian besar sampah adalah organik.

Selain sampah organik, REEI Kota Balikpapan bersama TPA Manggar ini, akan mengkolaborasikan limbah air sampah atau lindi dengan ECO Enzyme. Terkait itu, ia akan melakukan penelitian agar limbah air sampah dapat bermanfaat.

“Kami butuh pengakuan minimal dari pemerintah, sebelumnya kami bicara di Dinas Lingkungan Hidup sebagai wadah pemerintah untuk kami berkolaborasi,” ungkapnya.

Sementara ini, REEI ingin mencoba melihat titik di lokasi TPA Manggar yang menjadi hal negatif dapat diolah menjadi yang bermanfaat. Misalnya, air lindi jika dibuang ke lingkungan itu bisa aman atau bisa dimanfaatkan yang berguna seperti pupuk.

REEI Balikpapan yang sudah memiliki sertifikasi ini berharap ECO Enzyme disosialisasikan kepada masyarakat agar semakin banyak yang tahu manfaat sampah organik yang ada di rumah.

Era pandemi Covid 19 seperti, ECO Enzyme juga diyakini dapat membantu masyarakat untuk mencegah penularan Covid 19. ECO Enzyme yang terbuat dari bahan organik ini dapat secara langsung disemprotkan pada organ tubuh, seperti halnya semprotkan ke dalam mulut dan hidung.

Kunjungan REEI di TPA Manggar sambut langsung oleh Kepala UPTD TPA Manggar Tonny Hartono. Menurutnya, ada potensi yang bisa dikembangkan untuk menjadi produk bisnis. “REEI dengan TPA dan Pemerintah Kota Balikpapan kalau kami sudah berhasil kami bisa datang ke pemerintah kota, ada teman relawan ECO Enzyme di Balikpapan untuk mengelolah air sampah,” terangnya.

Tonny pun menyambut baik kehadiran REEI Balikpapan. “Kami coba berkolaborasi, seperti kami berkolaborasi dengan PHM yakni (menghasilkan) gas metan,” tukasnya.

Tonny berharap sampah organik ini harus bisa diselesaikan, karena sampah organik di pasar masih banyak. “Kami bisa kembangkan di Kota Balikpapan. Terima kasih kepada REEI Balikpapan dan saya mendukung jika itu untuk kepentingan Balikpapan.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top