Metro

Diduga Ada Virus Corona Varian B117, Tim Kemenkes Lacak Warga Balikpapan

hamas Ramadhan
Teks foto: Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi

KOTAKU, BALIKPAPAN-Tim Kementerian Kesehatan datang ke Balikpapan sejak Senin 8 Maret 2021 untuk melakukan tracing alias lacak warga Balikpapan yang diduga menunjukkan virus Corona varian B117.

“Belum dapat laporan hasilnya, kan tim kesehatan sudah turun mulai kemarin untuk melakukan tracing kepada warga (Balikpapan,Red) ada lima atau enam orang,” ucap Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi di Balai Kota, Selasa (9/3/2021).

Rizal menyampaikan bahwa warga yang dimaksud yakni seorang laki-laki kelahiran tahun 1973. Bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Sebelumnya, warga wilayah Balikpapan Timur ini telah melewati masa karantina di wisma atlit. Selain itu juga, sudah dilakukan pemeriksaan swab yang hasilnya negatif, sehingga diperbolehkan pulang ke Balikpapan.

“Ternyata masih dilakukan test lain terhadap varian baru B117, dan hasilnya menunjukkan bahwa dia ada B117 nya, karena sudah pulang (ke Balikpapan,Red) sehingga tim Kemenkes bergerak ke Balikpapan,” ujar Ketua Satgas Covid 19 ini.

Lanjut Rizal mengatakan mengacu Kemenkes, yang bersangkutan sudah negatif Covid 19, namun karena ada virus varian baru B117 maka tim langsung ke Balikpapan. “Beberapa yang kontak erat diperiksa, ada lima orang yang diperiksa,” ungkapnya.

Sementara ini, penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) belum mendapatkan petunjuk dari Gubenur Kaltim, karena masih menunggu hasil tracing dari anak, istri termasuk kontak erat, jika nanti ada dinyatakan positif, akan diberi petunjuk terkait penanganannya.

“Kemarin dia tidak dicek di sini, hasilnya langsung dikirim menggunakan pesawat ke Jakarta, jadi tidak diperiksa di lab kami. Jadi apakah hari ini sudah keluar hasil dan timnya sudah pulang, kami tunggu perkembangannya, jadi kami belum bisa mengerti juga,” ungkapnya.

Karena hasil pemeriksaan swab negatif Covid-19 maka saat ini yang bersangkutan dilaporkan melakukan isolasi mandiri di rumah sambil menunggu hasil uji lebih lanjut dari tim Kemenkes. “Kami mau isolasi di Asrama Haji selama penanganan ini tapi (dia) nggak mau, karena hasilnya kan negatif (pemeriksaan swab, Red). Baru mau setelah hasil dari Kementerian Kesehatan jadi kami tunggu petunjuk hasilnya, tapi kami minta tidak boleh beraktivitas kemana-mana,” tuturnya meyakinkan.

Rizal menambahkan yang bersangkutan datang dari Arab Saudi 5 Februari 2021 lalu dan melakukan karantina sampai dengan 19 Februari 2021. Kemudian, 20 Februari 2021 melakukan pemeriksaan swab yang hasilnya negatif. Sehari setelahnya, ia pun memutuskan pulang ke Balikpapan.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top