Metro

Disdag Balikpapan Koordinasi dengan Pelaku Usaha, Bahas Pasokan Sembako Jelang Ramadan

Teks foto: Regina Theresia Koyansow

KOTAKU, BALIKPAPAN-Dinas Perdagangan Kota Balikpapan memastikan persiapan bahan pokok di Kota Balikpapan menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri aman, sehingga warga Balikpapan tidak perlu khawatir.

“Kami akan melakukan monitoring stok kepada distributor bahan pokok. Untuk menjaga ketersediaan dan harga bahan pokok serta mengantisipasi permintaan kebutuhan juga menjaga stabilitas harga bahan pokok penting menjelang puasa dan Lebaran. Kami langsung memantau ke distributor satu minggu ke depan langsung mengecek gudangnya,” ujar Kepala Seksi Pengendalian Bahan Pokok Strategis Regina Theresia Koyansow saat ditemui di kantornya,, Senin (5/4/2021).

Berdasarkan rapat koordinasi 1 April 2021 dengan distributor, retail modern dan pelaku usaha lainnya. Adapun hasil dari rapat koordinasi membahas kesiapan ketersediaan barang menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Kepala Dinas Peerdagangan berkomunikasi dengan pelaku usaha, sehingga mereka memberikan informasi langsung bahwa dari retail modern melakukan kesiapan dalam menjelang puasa dan Lebaran. Mereka akan mendatangkan stok agak lebih dari normalnya supaya ketersediaan cukup,” ulasnya.

Dijelaskan, harga bahan pokok di antaranya beras, gula, ayam, termasuk minyak masih stabil terkecuali cabai. Memang kenaikan harga cabai yang saat ini Rp100 ribu per kilogram, karena kurangnya pasokan bukan hanya di Balikpapan saja melainkan seluruh daerah, akibat gagal panen di beberapa daerah dan juga banjir. “Balikpapan ini yang kami tahu 90 persen bergantung pada luar daerah,” jelasnya.

Sementara ini Dinas Perdagangan Kota Balikpapan setiap hari sudah melakukan pemantauan harga bahan pokok begitu juga dengan ketersediaan stok bahan pokok, untuk disampaikan kepada pemerintah provinsi dan kementerian.

“Semua bahan pokok penting kami laporkan, ketika ada lonjakan harga kementerian itu mengetahui ada kenaikan bahan pokok di Balikpapan. Mengapa bisa seperti itu, dan langkah apa yang perlu dilakukan untuk kabupaten dan kota sebagai pertimbangan supaya stabilisasi harga dapat terjaga,” urai Regina.

Regina berharap agar konsumen juga bisa menjadi konsumen cerdas, sebelum berbelanja konsumen perlu mengecek kondisi bahan pokok yang dibeli terlebih dahulu layak atau tidak layaknya itu dari kesadaran konsumennya.

Dinas Perdagangan Kota Balikpapan menghimbau kepada masyarakat Kota Balikpapan untuk tidak panic buying menjelang bulan puasa Ramadan dan hari raya Idul Fitri. “Kami sudah berkoordinasi dengan distributor bahan pokok, retail modern. Kami pastikan stok terjaga dan aman, sehingga tidak perlu panic buying atau melakukan penimbunan stok barang yang berlebihan. Jadi konsumen agar lebih cerdas untuk bisa membelanjakan uang dengan hal-hal yang penting,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pelaku usaha, agar memperhatikan harga eceran tertinggi dan acuan penjualan produk serta untuk barang yang mendekati expired date segera dilakukan pemusnahan atau tidak dijual lagi. Pasalnya, menjelang Ramadan dan Lebaran biasanya adanya tradisi parcel sehingga harus memperhatikan kedaluwarsa.

“Jadi biasanya yang kami informasikan ke distributor, agar rutin melaporkan ketersediaan stoknya. Selama ini distributor secara rutin sudah melaporkan ketersediaan stoknya kepada Dinas Perdagangan,” pungkasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top