Ekbis

Perusahaan “Dikepung” Tuntutan Adopsi Sustainability

hamas Ramadhan
webinar Action, Advocacy, and Trust: Strategies for Communicating Sustainability Selasa (6/4/2021) (foto:kotaku.co.id/ist)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Perusahaan-perusahaan saat ini tengah “dikepung” untuk segera mengadopsi dan mengimplementasikan prinsip-prinsip sustainability atau keberlanjutan dalam aktivitas operasional dan proses pengambilan keputusan bisnis.

Pasalnya, sustainability sudah menjadi sebuah urgency dan komitmen global untuk memastikan kelangsungan hidup dan kualitas hidup saat ini dan masa depan.

Hal ini disampaikan Collaborative Partner for Sustainability Strategy, Reporting and Assurance dari National Center for Sustainability Reporting (NCSR) Indonesia, Stella Septania, dalam sebuah webinar bertajuk Action, Advocacy, and Trust: Strategies for Communicating Sustainability yang diadakan pada Selasa (6/4/2021).

Webinar yang digelar merupakan rangkaian acara dari PR Vaganza Pekan Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Indonesia yang digelar 5-8 April 2021.

Dalam webinar itu, Stella menjelaskan pemahaman dan harapan dari pemangku kepentingan yang sudah berbeda, turut mendorong komunitas bisnis ke arah sustainability.

“Mungkin 15 tahun yang lalu adopsi dan implementasi sustainability oleh perusahaan masih dianggap sebagai sesuatu yang nice-to-have. Sekarang ini, sustainability sudah menjadi sesuatu yang have-to-be-done, karena semakin banyak kelompok pemangku kepentingan dan semakin besar tekanan dari mereka yang meminta sustainability diintegrasikan ke dalam proses bisnis, aktivitas, dan pengambilan keputusan oleh komunitas bisnis,” jelas praktisi yang sudah berkecimpung selama lebih dari 14 tahun di bidang sustainability itu, lebih lanjut.

Sebelumnya adopsi dan implementasi sustainability oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia masih terbatas dalam beberapa sektor dan oleh perusahaan-perusahaan yang secara regulasi memang diharuskan atau yang diminta oleh pelanggan, principal, dan pemegang sahamnya.

“Sekarang, perusahaan-perusahaan sudah dikepung dari berbagai sisi. Ada peer pressure dari publik, media, dan LSM. Ada financial pressure dari investor dan kreditor, dan ada regulatory pressure dari regulator dan pemerintah. Semuanya mendorong kolaborasi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan untuk mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” jelasnya.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top